Pengunjung Online : 2402
Anda pengunjung ke 50.120.772 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
ARTIKEL TERBARU
| Total Artikel (Bahasa Indonesia) : 414 |
|
 | 02 Juli 2009 09:18 Oleh: Lukman Solihin* A. Pendahuluan Marapu merupakan agama lokal yang dianut oleh masyarakat Pulau Sumba di Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pulau Sumba adalah salah satu dari gugusan pulau-pulau yang dahulu disebut sebagai “Sunda Kecil”, yang terdiri dari Pulau Bali, Lombok, Sumbawa, ...
detail  » |
 | 30 Juni 2009 15:15 Oleh Hafas Furqani Pendahuluan Salah satu keunikan orang Aceh, baik tua maupun muda, intelektual atau pun orang awam, adalah mereka memiliki kegemaran yang sama, yaitu suka berbicara dan mengkaji sejarah Aceh. Otto (2006) melihat fenomena ini dipicu dua hal. Pertama, ia menunjukkan pola berpikir orang Aceh yang berbasis kuat pada ...
detail  » |
 | 22 Juni 2009 14:42 Artikel Ditulis dalam Bahasa Melayu-Malaysia Oleh Gusni Saat Pengenalan Sama-Bajau ialah suku etnik Melayu maritim. Mereka kini menjadi peribumi di tiga buah negara, Malaysia, Filipina, dan Indonesia, dengan populasi tidak kurang satu juta orang (Gusni 2007). Perubahan sejarah sosial suku etnik Sama-Bajau di Kepulauan ...
detail  » |
 | 17 Juni 2009 14:36 Oleh Tri Marhaeni Pendahuluan Candi-candi di Bumiayu, Muara Enim, Sumatra Selatan, merupakan death monument, artinya monumen yang telah ditinggalkan masyarakat pendukungnya. Candi tersebut ditinggalkan mungkin seiring dengan terdesaknya kekuatan politik Hindu oleh Islam pada sekitar abad ke-16. Kemudian candi-candi itu rusak ...
detail  » |
 | 17 Juni 2009 08:12 Oleh La Imam Ana Rasa Bima termasuk Daerah Tingkat II Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebelum bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bima telah melewati perjalanan sejarah panjang yang bermula dari masa sebelum Islam. Sayangnya, karena keterbatasan sumber, hingga kini masih sulit untuk mengungkapkan serta ...
detail  » |
 | 11 Juni 2009 09:00 Oleh Hermayulis Pengenalan Sebelum memperkatakan peranan dan kedudukan perempuan dalam adat Melayu Serumpun, perlu disepakati dahulu tentang konsep Melayu Serumpun. Ia setidaknya dapat difahami dari dua makna: masyarakat Melayu Polinesia dan masyarakat atau suku-suku bangsa di Nusantara. Dalam makalah ini saya ingin memperkatakan ...
detail  » |
 | 05 Juni 2009 13:44 Oleh Ichwan Azhari Pendahuluan Gerakan nasionalisme Indonesia selama ini telah dikonstruksi secara keliru baik oleh kebanyakan sejarahwan Indonesia, sejarahwan Belanda, maupun sejarahwan asing lainnya. Konstruksi itu menunjukkan seakan-akan gerakan nasionalisme hanya berlangsung atau berarus di pulau Jawa, dengan tonggak-tonggak ...
detail  » |
 | 01 Juni 2009 11:26 Oleh Lucas Partanda KoestoroPendahuluan Pada awalnya pengertian obyek arkeologi berkenaan dengan peninggalan kebudayaan masa silam yang tidak berupa keterangan-keterangan tertulis. Zaman dimaksud dibedakan dari zaman sejarah karena ketiadaan keterangan tertulis, dan di bagian ini orang kerap mengartikan bahwa arkeologi membatasi diri pada ...
detail  » |
 | 25 Mei 2009 14:35 Oleh Suryadi Pendahuluan Dalam studi pernaskahan Nusantara, genre surat sudah menjadi objek kajian tersendiri yang telah menarik para peneliti untuk membahas kandungan isi, iluminasi, bahasa dan aksara, mohor/cap, serta aspek historisnya. Umumnya surat-surat Melayu dari abad ke-17 yang sekarang masih tersimpan di beberapa perpustakaan di dunia ...
detail  » |
 | 22 Mei 2009 09:27 Oleh Yohanes Supriyadi Pendahuluan Sesungguhnya, berbicara tentang Dayak merupakan sesuatu yang misteri, perlu banyak waktu untuk mengenalinya dengan teliti sehingga paham secara benar. Istilah Dayak baru dikenal dunia setelah penemuan Dr. August Kanderland, seorang sosiolog Belanda, tahun 1803. Dalam penemuannya, August menjelaskan ...
detail  » |
 | 15 Mei 2009 14:04 Oleh Dr. Budya Pradipta Pendahuluan Seminar yang diselenggarakan oleh PNRI (Perpustakaan Nasional Republik Indonesia) mempunyai peran ganda. Peran pertama, PNRI mengangkat tema Naskah Kuno sebagai Perekat NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Tepat, justru dalam situasi dan kondisi bangsa Indonesia yang masih carut-marut. Dengan ...
detail  » |
|