Sabtu, 4 Juli 2009   |   Sabtu, 11 Rajab 1430 H
Pengunjung Online : 2564
Anda pengunjung ke 50.119.537
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA

 

RESENSI BUKU

Page 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 »

Dari sejumlah sumber, kata resensi berasal dari bahasa Belanda (recensie) sepadan dengan review (bahasa Inggris) yang semuanya bersumber dari bahasa Latin, revidere (re = kembali dan videre = melihat). Pengertian “melihat kembali” meluas menjadi “mengatakan kembali” secara tertulis tentang pengalaman yang dirasakan seorang pembaca terhadap sebuah karya (buku) secara objektif. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2000), resensi berarti hasil pembahasan dan penilaian terhadap sebuah buku. Jadi, arti resensi mengarah kepada mengulas secara singkat, memberi penilaian, mengungkap, membahas, membandingkan, atau mengkritik sebuah buku.

Secara umum, resensi buku bertujuan memberikan informasi dan pemahaman tentang apa yang tampak dan terungkap pada sebuah buku, mengajak pembaca untuk memikirkan permasalahan dalam buku, dan memberi pertimbangan kepada pembaca apakah sebuah buku (fikni atau nonfiksi) layak mendapat sambutan dari masyarakat. Sebagai sebuah rubrik di media massa, ada pula istilah selain resensi buku yang memiliki kesamaan maksud dan tujuan, yakni tinjauan buku, ulasan buku, timbangan buku, pembicaraan buku, bedah buku, dan lain-lain.

Dalam konteks MelayuOnline.com, resensi buku berarti memberikan penilaian, mengungkap, membahas, atau mengkritik buku-buku tentang kemelayuan dan kebudayaan secara umum dengan maksud memberikan informasi isi buku kepada masyarakat luas, baik dalam bahasa Indonesia, Inggris, ataupun Perancis. Tujuan resensi buku di MelayuOnline.com antara lain, memberikan informasi dan pemahaman tentang apa yang diungkapkan dalam buku-buku kemelayuan, memberikan pertimbangan kepada pembaca apakah sebuah buku tentang kemelayuan layak mendapat sambutan, dan mengajak pembaca untuk memikirkan, merenungkan, dan mendiskusikan problema yang muncul dalam buku tentang kemelayuan dan kebudayaan secara umum.

(Tasyriq Hifzhillah/12-08)

22 Juni 2009

Tunjuk Ajar Melayu

Tunjuk Ajar MelayuKebudayaan Melayu sarat muatan kesusastraan, dan sastra lisan mengambil bagian terbesar setelah sastra tulis. Sastra lisan orang Melayu dikenal cukup indah dengan pilihan kata dan susunan kalimat yang elok. Ungkapan-ungkapan indah tersebut, biasanya dalam bentuk pantun, syair, gurindam, peribahasa, seloka dsb, yang sering diselipkan dalam bahasa ko... detail... »
21 Juni 2009

Rumah Melayu: Memangku Adat Menjemput Zaman

Rumah Melayu: Memangku Adat Menjemput ZamanSeni bina pada setiap kebudayaan biasanya memiliki ciri khas. Kekhasan tersebut berkaitan dengan fungsi bangunan, model, ornamen dan makna simbolik yang dikandung oleh setiap elemen bangunan. Dalam budaya Melayu, seni bina tersebut juga memiliki ciri khas yang terefleksi pada simbol-simbol bangunan yang sarat makna. detail... »
20 Juni 2009

Yang Terbungkam di Balik Konflik Poso

Yang Terbungkam di Balik Konflik Poso Banyak kalangan menganggap konflik Poso sebagai konflik horizontal antaragama. Benarkah demikian? Jika ditelusuri lebih jauh, konflik tersebut tidaklah sesederhana itu, karena secara faktual melibatkan persaingan antaretnik, baik lokal maupun pendatang, ditambah lagi dengan kepentingan politik sipil maupun militer, juga masuknya kekuatan luar seper... detail... »
28 April 2009

Aceh Jauh Sekali

Aceh Jauh SekaliSebelum pemberontakan Aceh Merdeka meletus pada 1976, di Medan sudah masyhur dua lelucon tentang seorang Aceh yang pergi tamasya untuk pertama sekali ke kota itu. Kata yang punya cerita, si tokoh Aceh tak lupa membawa dua rencong untuk melindungi diri. Medan asing sekali dan jangan lupa Medan adalah kota keras. detail... »
27 April 2009

Yang Kini Baru Terceritakan Setelah Waktu Berlalu

Yang Kini Baru Terceritakan Setelah Waktu BerlaluDalam tradisi akademik, seorang yang sudah dianggap mencapai taraf kepakaran yang mumpuni dalam bidangnya akan diberi `kado` oleh para sahabat dan koleganya berupa tulisan ilmiah yang dikumpulkan dalam sebuah buku. Lost Times and Untold Tales from the Malay World adalah salah satu di antara `kado` itu. detail... »
26 April 2009

Nusantara Fragmentaris

Nusantara FragmentarisDengan merenungi bentang wilayah dari Sabang hingga Merauke lewat peta, apa yang terlintas di benak kita? Jika membayangkan luas laut dan daratan dalam logika skala bidang datar saja kita sudah cukup tertegun, bagaimana pula jika perenungan tentang skala itu diandaikan dalam dimensi waktu? Kita dengan segera akan bergetar. detail... »
Page 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 »