Jumat, 24 Maret 2017   |   Sabtu, 25 Jum. Akhir 1438 H
33
Anda pengunjung ke
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA

 

RESENSI BUKU

16 September 2016

Adat Resam Melayu dan Adat Istiadat


Judul Buku
:
Adat Resam Melayu dan Adat Istiadat
Editor
:
Syed Alwi Bin Sheikh Al-Hadi
Penerbit:
Dewan Bahasa dan Pustaka
Cetakan
:
Pertama, 1960
Tebal
:
xv + 113 Halaman
Ukuran
:19 cm x 14,5 cm.

Buku ini berisi butir-butir yang terdapat dalam kebudayaan Melayu baik dari aspek kebiasaan maupun adat istiadatnya. Terbagi atas empat bagian, butir-butir yang dijelaskan di dalam buku ini di antaranya adat resam Melayu berumah tangga, adat resam bersekampong, kebiasaan bertindik, bersunat, bersalin, adat resam nikah kawin, aturan mengenai kematian, adat istiadat diraja peraturan gendang nobat, adat peraturan raja kawin dan adat istiadat menabal raja.

Dari beberapa butir adat istiadat tersebut, ada beberapa adat yang sangat perlu untuk diketahui dan dimengerti, yaitu adat istiadat nikah kawin dan bersalin. Adat nikah kawin atau pernikahan Melayu memiliki perbedaan dan kesamaan antara Melayu yang satu dengan Melayu yang lain. Dengan mengerti perbedaan dan kesamaan tersebut, maka masyarakat akan lebih mengerti pokok-pokok penting yang terdapat di dalam adat pernikahan Melayu tersebut.

Pada dasarnya adat pernikahan Melayu terdiri dari beberapa tahapan, dimulai dari merisik, meminang, hantaran, berandam, berinai, akad, bersanding dan seterusnya. Akan tetapi di dalam buku ini juga dijelaskan prosesi lainnya yang kemungkinan besar tidak ditemui pada adat pernikahan adat Melayu lainnya. Prosesi atau tahapan tersebut yakni berasah gigi, berlimau, sambut menyambut, aturan jamuan kenduri, perkawinan bujang atau janda, meminang perempuan yang janda atau bujang, adat peraturan perkawinan janda dan adat perkawinan janda berhias.

Masyarakat Melayu juga memiliki adat istiadat dalam persalinan. Adat istiadat tersebut adalah rangkaian proses yang dilalui ketika seseorang wanita selesai melahirkan.  Adat istiadat tersebut adalah lenggang atau kirim perut, hari bersalin atau beranak, cukur rambut, member nama, pantangan 44 hari, mandi sesudah pantangan, dan lain sebagainya.

Kendati tidak semua kawasan Melayu memiliki adat istiadat serupa, bahkan masyarakat yang memiliki adat-adat tersebut terkadang tidak melakukannya karena ketidaktahuan atau karena adanya alasan tertentu. Selain itu, masih banyak lagi adat istiadat Melayu yang tidak dijelaskan di dalam buku ini baik mengenai perkawinan maupun persalinan, di antaranya adalah istiadat berzanji, bertepuk, berarak, turun tanah, dan lain sebagainya.

Buku ini akan menuntun pembacanya untuk memperoleh pengetahuan lebih banyak mengenai adat istiadat masyarakat Melayu yang beragam. Di samping itu juga dapat dijadikan salah satu sumber referensi dan acuan bagi proses penelitian lanjutan mengenai adat istiadat dan adat resam masyarakat Melayu. (Oki Koto/Res/120/9-2016)

Dibaca : 284 kali.