Jumat, 20 April 2018   |   Sabtu, 4 Sya'ban 1439 H
33
Anda pengunjung ke
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA

 

RESENSI BUKU

25 April 2016

Kebudayaan, Adat Istiadat, dan Hukum Adat Melayu Ketapang



Judul Buku
:
Kebudayaan, Adat Istiadat, dan Hukum Adat Melayu Ketapang
Penulis
:
Muhamad Dardi. D. Has
Penerbit:
Kantor Informasi Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ketapang
Cetakan
:
Pertama, 2008
Tebal
:
xii + 176 Halaman
Ukuran
:15 cm x  20,5 cm.

Buku ini berisi penjelasan mengenai kebudayaan dan adat istiadat Melayu, khususnya Melayu Ketapang, sesuai dengan unsur kebudayaan universal. Pembahasan tersebut meliputi pandangan hidup, kesenian, kuliner, acara adat, peralatan, teknologi, artefak, bahasa, bangunan, pengobatan, dan hukum adat.

Orang Melayu Ketapang adalah puak Melayu Kayung yang mendiami wilayah Ketapang yang meliputi wilayah pesisir, pulau-pulau kecil, dan pedalaman. Mereka adalah orang-orang yang beragama Islam, berbahasa Melayu serta menggunakan adat istiadat Melayu. Melayu Kayung dalam sejarahnya merupakan percampuran keturunan yang berasal dari berbagai suku dan bangsa. Selain penduduk asli yang beragama Islam, mereka juga keturunan para pendatang dari Jawa (Prabu Jaya), dari Palembang (Sang Maniaka), dari Bugis (Daeng Menambon), Brunei (Raja Tengah), Arab, Siak (Tengku Akil), dan para pendatang lain yang bergabung dan mengaku dirinya Melayu Kayung”. (h.1)

Keragaman tempat asal orang Melayu Kayung tentu dibarengi dengan beragamnya budaya, adat istiadat, dan berbagai macam praktik hidup mereka sehari-hari. Berbagai perbedaan itu kemudian menyatu dalam satu Melayu Kayung yang unik dan kaya.  Perbedaan tersebut tidak menjadikan mereka terpilah dan terbelah, tetapi rekat dalam satu identitas, Melayu Kayung.

Selain membahas mengenai sejarah atau asal-usul Melayu Kayung, buku ini juga memaparkan beberapa pembahasan meliputi kebudayaan dan adat Melayu Kayung. Hal-hal yang dibahas di dalam buku ini di antaranya adalah mengenai adat istiadat, misalnya perkawinan, kelahiran, kematian, adat berladang, berburu, pengobatan, mendirikan rumah, hukum adat, kesenian, permainan tradisional, pantangan, masakan, serta upacara-upacara adat.

Kesenian Melayu Kayung Ketapang juga sangat kaya ragamnya. Ada pantun, syair, hikayat, dan lagu. Ada juga barzanji dan qasidah. Dalam dunia tari juga sangat beraneka dan menunjukkan aneka ragam latar belakang dan asal usul masyarakatnya. Ada tari jepin, redat, makyong, joget, dan tandak. Belum lagi seni panggungnya yang terkenal, yaitu mendu yang memiliki kemiripan dengan mamanda.

Seiring perkembangan zaman, banyak generasi muda Melayu Kayung Ketapang yang kini tidak mengetahui latar belakang sejarah dan kebudayaan mereka. Sebagai generasi Melayu, mereka beranggapan bahwa budaya Melayu yang mereka jalankan tidak memiliki perbedaan dengan Melayu lainnya. Akan tetapi jika merujuk pada budaya lama, terdapat beberapa perbedaan, misalkan pada gerakan tari. Gerakan tarian Melayu Kayung ini memiliki perbedaan dengan gerak tari daerah lain. Ada ciri khas yang luput dari perhatian generasi kini.

Penulis juga menjabarkan semua unsur Melayu Kayung hasil kajian secara menyeluruh tanpa melihat batas-batas politis, geografis, dan periode sejarah. Buku ini sangat penting untuk dijadikan bahan acuan pengembangan penelitian dan sangat bagus sebagai bahan penambah pengetahuan tentang dunia Melyu, baik bagi pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat pada umumnya. (Oki Koto/Res/96/4-2016)

Dibaca : 2055 kali.