Jumat, 25 Juli 2014   |   Sabtu, 27 Ramadhan 1435 H
33
Anda pengunjung ke
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA

 

RESENSI BUKU

26 Oktober 2011

Filsafat Pendidikan

Filsafat Pendidikan
Judul Buku
:
Filsafat Pendidikan
Penulis
:
Prof. Imam Barnadib, M.A., Ph.D
Penyunting:Hermawan Hastho Nugroho, S.T
Penerbit:

Adicita Karya Nusa, Yogyakarta

Cetakan
:
Pertama, Oktober 2002
Tebal
:

viii + 84 halaman

Ukuran
:
14,1 x 20 cm

Pendidikan dan filsafat adalah dua cabang kelimuan yang sebenarnya saling terkait. Pendidikan semestinya harus berbasis pada filosofi kendati sekarang ini pendidikan dianggap sudah agak melenceng dari filosofinya. Jargon “mencerdaskan kehidupan bangsa” seakan-akan hanya tinggal slogan semata karena pendidikan di Indonesia semakin mahal dan sulit dijangkau oleh masyarakat yang kurang mampu. 

Sejak semula, filsafat sebenarnya berusaha membantu pendidikan dalam meletakkan sendi-sendi, teori, strategi, dan tindakan pendidikan yang tepat dilakukan. Seiring perkembangan zaman, filsafat pendidikan cenderung hanya menjadi kajian belaka, namun nyaris tidak pernah diterapkan di lapangan. Akibatnya, lulusan sekolah hanya berujung pada kuantitas, bukan kualitas. Lembaga pendidikan pun terjebak pada kuasa modal sehingga pendidikan yang baik hanya bisa dinikmati oleh orang yang punya uang.  

Saat ini, pemahaman tentang filsafat pendidikan kembali menyeruak. Berbagai forum digelar untuk mencari formasi yang tepat bagi pendidikan modern. Buku di hadapan Anda ini adalah salah satu referensi yang cukup seimbang untuk dijadikan rujukan dalam memahami filsafat pendidikan. Dengan gaya bahasa yang mudah dipahami, Imam Barnadib, penulis buku ini, menerangkan filsafat pendidikan dengan gamblang. Bagi Anda peminat kajian pendidikan dan filsafat pendidikan, buku ini tepat untuk dijadikan rujukan.  

Buku setebal 85 halaman ini terbagi menjadi 5 bab. Bab I berisi pendahuluan (h.1-3), Bab II membahas tentang makna dan sistem pendidikan (h. 3-39), Bab III membahas tentang teori pendidikan dan filsafat pendidikan (h. 41-52), Bab IV membincangkan tentang lingkungan pendidikan sosial (h. 53-72), dan Bab V berisi tentang rangkuman serta refleksi tentang filsafat pendidikan (h. 75-80). Buku ini enak dibaca dan dipahami karena penulis menyertakan rangkuman pada setiap babnya. Dengan begitu pembaca menjadi mudah untuk mengerti maksud atau inti pembahasan pada setiap bab dalam buku ini.  

Tidak Harus Lembaga 

Oleh masyarakat umum, pendidikan umumnya dipahami sebagai kegiatan belajar dan mengajar di sebuah lembaga pendidikan, seperti sekolah atau perguruan tinggi. Dalam konteks filsafat pendidikan, pemahaman ini dirasa kurang tepat karena pendidikan sebenarnya bisa berlangsung di mana saja, misalnya di lingkungan keluarga, masyarakat, atau lingkungan yang lebih luas (h. 53-70). 

Makna dari filosofi pendidikan yang dijelaskan di atas menjadi penting untuk dipahami agar masyarakat tidak terlalu mengagungkan pendidikan dalam pandangan kelembagaan formal. Persepsi yang demikian justru mengakibatkan orang menjadi sempit berfikir, bahwa ilmu hanya di dapat di sekolah. Ketika sekolah dianggap hanya satu-satunya tempat pendidikan, orang akan merasa malu jika anaknya tidak sekolah. Hal ini akan menjadi masalah jika negara tidak mampu memberikan pendidikan yang murah dan berkualitas kepada masyarakat. 

Dalam konteks pemahaman seperti ini, buku ini hadir untuk mengingatkan pentingnya kembali ke makna pendidikan, bukan formalisasi pendidikan. Demi pembangunan sumber daya manusia, makna pendidikan menjadi dasar dari segalanya. Sekali lagi, pendidikan dapat diperoleh di mana saja.

(Yusuf Efendi/Res/82/10-2011)

Dibaca : 3007 kali.