Kamis, 29 Juni 2017   |   Jum'ah, 4 Syawal 1438 H
33
Anda pengunjung ke
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA

 

RESENSI BUKU

20 Oktober 2016

Kerajinan Tenun Daerah Riau



Judul Buku
:
Kerajinan Tenun Daerah Riau
Editor
:
Nurhamidahwati dkk.
Penerbit:
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Riau
Cetakan
:
Pertama, 1998
Tebal
:
vi + 25 Halaman
Ukuran
:20 cm x 14 cm.

Buku tipis ini berisi mengenai kerajinan Tenun Riau atau lebih spesifiknya yaitu kerajinan Tenun Siak, Riau. Tenun Siak dahulu diproduksi oleh para wanita yang hidup di dalam tembok istana. Dikarenakan banyaknya aturan, ketentuan, dan lain sebagianya, kemudian tenun Siak mulai berkembang di luar istana, bahkan tenun siak juga telah menjadi mata pencarian bagi para penenunnya.

Sejarah tenun siak bermula ketika Kesultanan Siak dipimpin oleh seorang sultan yang bernama Sultan Saidis Syarief Ali Abdul Jalil Syaifuddin pada tahun 1.800 masehi. Pada tahun tersebut tenun Siak mulai dibuat  oleh seorang wanita yang bernama Encik Siti binti E. Wan Karim yang berasal dari Trengganu. Encik Siti sangat dibanggakan oleh sultan karena kelihaiannya dalam membuat serta mengembangkan kerajinan tenun Siak.

Diawali dari alat tenun sederhana, kemudian tenun Siak diproduksi menggunakan alat tenun yang diberi nama KIK. Dugaan sementara, alat ini diadaptasi dari pengrajin Cina yang juga terkenal dengan tenun sutranya. Saat ini, masyarakat yang berprofesi sebagai penenun lebih memilih menggunakan ATBM atau alat tenun bukan mesin sebagai alat untuk menenun. Selain lebih rapi, ATBM juga dapat menenun lebih halus dan lebih baik dibandingkan dengan menggunakan KIK.

Tenun ini menggunakan bahan benang emas dan benang katun. Selain itu alat-alat penunjang yang digunakan untuk menenun adalah wing, rahat, kerek, belebas, belero, gerep, cacak, terau, dan sisir. Sedangkan untuk bahan pewarnaan, masyarakat dahulu menggunakan pewarna alami, seperti kunyit, sumu keeling, batang manggis, dan wantek serta tentunya menggunakan benang emas sebagai penambah variasi warna-warna tersebut.

Buku ini juga memuat ragam hias serta motif atau corak yang kerap digunakan dalam pembuatan tenun Siak. Ragam hias tersebut biasanya bersifat matematis seperti segi empat, segitiga, zigzag, belah ketupat, lingkaran, dan lain sebagainya. Selain itu pada tenun siak terdapat juga ragam hias bebas, yang biasanya menggunakan garis-garis lengkung elastis, sambung menyambung, atau berfariasi. Adapun ragam hias pada tenun Siak yang kerap di jumpai adalah pucuk rebung, siku keluang, tampuk manggis, bunga tabor, bunga melati, lebah bergayut, buah delima, rantai bunga cina, bunga prio, bunga panah, bunga kunyit, awan berarak, awan senja, dan sebagainya.

Buku ini bisa mengantarkan masyarakat luas untuk lebih mengenal dan memahami tenun siak mulai dari sejarah, bentuk, motif, proses pembuatan, dan ciri khas yang membedakannya dengan tenun dari daerah lain. Buku ini juga tentunya dapat digunakan sebagai bahan ajar bagi para pelajar dan mahasiswa dalam mengenal salah satu kerajinan yang berasal dari Riau baik pada mata pelajaran muatan lokal maupun pelajaran khusus yang mempelajari hal tersebut. (Oki Koto/Res/116/8-2016)

Dibaca : 589 kali.