Kamis, 29 Juni 2017   |   Jum'ah, 4 Syawal 1438 H
33
Anda pengunjung ke
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA

 

RESENSI BUKU

23 September 2016

Pengaruh Budaya India terhadap Budaya Melayu


Judul Buku
:
Orang India di Sumatera Utara
Editor
:
Tengku Luckman Sinar
Penerbit:
Forkala - Sumut
Cetakan
:
Pertama, 2008
Tebal
:
ii + 30 Halaman
Ukuran
:21 cm x 16 cm.

Orang-orang India yang masuk pertama kali ke Indonesia atau Sumatra Utara kebanyakan berasal dari daerah Tamil. Hubungan antara orang-orang India dengan kawasan Nusantara yang telah berlangsung sekitar 1000 tahun membuat pengaruh India dapat dirasakan dan dilihat di Nusantara.

Pengharuh itu di antaranya dalam aspek agama, seni budaya, dan bahasa. Hal ini dapat dilihat dengan adanya agama Hindu dan Budha serta bahasa setempat yang mirip dengan istilah dalam bahasa India. Contoh, pada bahasa Batak kata “suma” di sebut “soma” di India. Nama-nama hari dalam bahasa Batak disebut “aditia” sedangkan bahasa India/Tamilnya “aditya”, dan lain sebagainya. Bahkan dalam etnis Karo terdapat pula marga-marga yang berasal dari bahasa Tamil, yaitu Brahmana, Pandia, Meliala/malayali, depari, pelawi/phalawa, colia/cola, tekang/tekanam, dan lain-lain.

Pengaruh India di Sumatra ini masuk juga dalam bahasa dan budaya Melayu. Pengaruh bahasa tamil di dalam bahasa Melayu misalnya Apam, Talam, Badai, Bagai, Peti, Kari, Pinggan, Nilam, Kodi, Tirai, Canai, Kuli, Mahligai, Nelayan, Kolam, dan lain-lain. Bahkan banyak di antara Orang-orang India ini yang menikahi gadis-gadis setempat dan dari keturunan mereka ada yang kemudian menjadi raja/sultan di kawasan Melayu. Hal tersebut juga tercatat di dalam hikayat-hikayat atau riwayat sejarah Melayu. Tun Sri Lanang, penulis sejarah Melayu, juga diketahui merupakan keturunan Manipurindam yang pernah menjadi bendahara Malaka. Sultan yang termasuk memiliki silsilah keluarga India di antaranya adalah sultan Deli dan Sultan Serdang.

Pada abad ke-19 para imigran Tamil juga banyak yang mendatangi Sumatra, tepatnya ke residen Sumatra Timur. Kedatangan mereka selain ada yang menjadi kuli, juga ada yang berkerja menjadi petani. Mereka memilih untuk pindah ke Sumatra Timur karena bahaya kelaparan yang tengah mengancam India serta alasan kondisi geografis yang relatif sama dengan tempat asal mereka dan sangat cocok untuk mengembangkan tanaman kopi. Kehadiran mereka tentunya membawa serta adat kehidupan yang biasa mereka lakukan di negara mereka sebelumnya.

Maka, adat kebiasaan mereka menjadi bagian dari adat masyarakat setempat yang sudah ada, dan sudah pasti saling memberikan pengaruh di antara budaya-budaya yang ada. Buku ini juga mengupas adat istiadat kehidupan sehari-hari masyarakat India di Sumatra, seperti tata cara perkawinan dan berbagai rangkaian upacara yang melingkupinya dari proses pertunangan hingga kelahiran anak, dan lain-lain. Tak terelak, akulturasi budaya antara India dan Melayu yang sangat kuat dapat kita lihat dalam masyarakat Melayu hingga saat ini.

Buku ini bagus sekali dalam memperkaya khazanah pengatahuan kita tentang Melayu dan hubungannya dengan budaya-budaya lain, termasuk budaya India. (Oki Koto/Res/119/9-2016)

Dibaca : 539 kali.