Kamus Melayu DBP
Kamus Dewan merupakan kamus bahasa Melayu yang diterbitkan oleh Dewan Bahasa dan Pustaka, Malaysia. Kamus Dewan pertama kali diterbitkan pada tahun 1970. Lalu pada tahun 1984 diterbitkan edisi kedua, pada tahun 1994 dan 1998 edisi ketiga dan edisi ini yang paling populer. Terakhir diterbitkan pula edisi keempat pada tahun 2005, yang mengandung 49.000 lema dengan jumlah halaman sebanyak 1.817 halaman.
Pada tahun 1996 Kamus Dewan ini diterbitkan bersama dua kamus lain dalam bentuk cakram padat (CD Room) dan diberi nama Kamus Pendeta. Dua kamus lain yang termuat dalam Kamus Pendeta adalah Kamus Istilah Komputer dan Kamus Inggeris Melayu Dewan. Kamus Dewan versi Pendeta itulah yang ditampilkan kembali di MelayuOnline.com ini. Kedua kamus lainnya tidak ditampilkan.
Ditampilkannya kembali Kamus Dewan oleh MelayuOnline.com sesuai dengan cita-cita MelayuOnline.com untuk menjadi portal Dunia Melayu se-dunia. Bahasa (Melayu) Malaysia memiliki pengguna nomor dua terbanyak setelah bahasa (Melayu) Indonesia. Khazanah kebahasaan yang dikandungnya tentu sangat besar. Pemuatan Kamus tersebut lewat portal ini merupakan salah satu cara bagi MelayuOnline.com untuk melestarikan bahasa (Melayu) Malaysia pada khususnya dan bahasa Melayu pada umumnya dan memublikasikannya ke seluruh dunia.
Bahasa yang digunakan oleh Kamus ini adalah bahasa (Melayu) Malaysia (sesuai aslinya). Baik entri, penjelasan, maupun contoh pemakaian semuanya merupakan bahasa (Melayu) Malaysia. Meski bahasa Malaysia yang digunakan, Kamus ini tidak hanya bisa dinikmati oleh pengguna bahasa (Melayu) Malaysia, pengguna lain yang ingin mengerti bahasa (Melayu) Malaysia, sama adanya ia pengguna aktif bahasa Melayu di daerah lain atau pengguna pasif, juga bisa memanfaatkan kamus ini sebagai panduan.
Agak berbeda dengan aslinya, dalam MelayuOnline.com ini entri Kamus yang dicetak tebal diletakkan di atas penjelasan agar pengunjung mudah membedakan entri dan penjelasannya. Begitu pula dengan sub-entri, sengaja diletakkan agak menjorok ke dalam. Sementara itu, beberapa singkatan yang digunakan dibiarkan apa adanya, begitu pula dengan format penulisan; tidak diubah-suai sama sekali akan tetapi disesuaikan dengan redaksi asli. Perbedaannya hanyalah pada letak entri dan sub-entri seperti disebutkan. (selengkapnya lihat Panduan Penggunaan). (SR/kms/49/11-07)
Prakata dari Penerbit
Panduan Penggunaan Kamus Dewan
K
Ar besar; alam ~ alam yg besar
Ar; tahun ~, sanah ~ tahun yg jumlah harinya sehari lebih drpd tahun biasa
penyeluk saku, tukang copet
sj kumbang
motokar penumpang yg boleh dibuka bumbungnya
1. sesuatu yg lembut dan kelihatan spt kapas (biasanya digunakan sbg pengisi bantal, tilam, dsb), kapuk; 2. sj tumbuhan (pokok), randu, Ceiba pentandra; ~ hutan sj tumbuhan (pokok), cengkering, kekabu jawa, membuluh, Zanthoxylum myriacanthum
Kd kumbang tanduk
1. = terkabul terlaksana, tercapai, tertunai: permintaannya ~; 2. = ~ akan mempersetujui, setuju dgn, meluluskan: ~lah ia akan kehendak hamba; 3. = ~ pd dipersetujui oleh, diluluskan oleh, diperkenankan oleh: Sultan Mansur Shah mohon kpd ...
nasi ~ sj nasi yg bercampur dgn berbagai-bagai lauk dan rempah
kain putih yg dililitkan pd kepala tanda berdukacita (kerana kemangkatan raja dll); berkabung 1. memakai kabung (tanda berdukacita): setelah baginda dikebumikan, maka mereka itu sekaliannya pun ~lah empat puluh hari; 2. memperlihatkan tanda-tanda sedang ...
ukuran panjang yg sama dgn 4 hasta (kira-kira satu depa)
sj tumbuhan (palma), enau, Arenga pinta (saccharifera): gula ~.
Mn kerat, penggal; ~ tiga kerat tiga; mengabung, mengabung-ngabung mengerat(-ngerat), memotong (-motong), memenggal (-menggal)
Id 1. daerah yg dikepalai oleh seorang bupati; 2. pejabat (rumah) bupati
1. tidak dapat melihat dgn terang atau nyata (bkn mata), kurang terang (bkn penglihatan), pudar: ayahanda orang tua, ~ mata, pekak telinga; 2. kurang jernih (bkn kaca dll), tidak terang atau jelas (bkn corak atau warna sesuatu, tulisan, dll), tidak cerah, pudar: ...
Kl sj kumbang kelapa
Jk lari, melarikan diri
1. wap air yg kelihatan spt asap yg berada dekat muka bumi (biasanya pd waktu pagi): ~ di puncak bukit kian menipis; 2. tidak nyata kelihatan, tidak terang (seolah-olah ditutupi kabus) kabur, kelam: gambar yg ~; hilang ~ teduh hujan prb mendapat kesenangan setelah ...
1. kabus tebal; 2. kabur, kelam, tidak nyata; kelam-~ = kalang-~ a) gelap, tidak nyata; b) kacau-bilau, tidak keruan; jangan disesar gunung berlari, hilang ~ tampaklah dia prb tidak usah tergesa-gesa mengerjakan sesuatu pekerjaan yg telah pasti jadi; ...
mengebaskan (pakaian dll); → kebut II