Sabtu, 11 September 2010   |   Sabtu, 2 Syawal 1431 H
Pengunjung Online : 57
Anda pengunjung ke 78.907.516
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA

 

KAMUS MELAYU

Page 1 | 2 | 3 | 4

Kamus Melayu DBP

Kamus Dewan merupakan kamus bahasa Melayu yang diterbitkan oleh Dewan Bahasa dan Pustaka, Malaysia. Kamus Dewan pertama kali diterbitkan pada tahun 1970. Lalu pada tahun 1984 diterbitkan edisi kedua, pada tahun 1994 dan 1998 edisi ketiga dan edisi ini yang paling populer. Terakhir diterbitkan pula edisi keempat pada tahun 2005, yang mengandung 49.000 lema dengan jumlah halaman sebanyak 1.817 halaman.

Pada tahun 1996 Kamus Dewan ini diterbitkan bersama dua kamus lain dalam bentuk cakram padat (CD Room) dan diberi nama Kamus Pendeta. Dua kamus lain yang termuat dalam Kamus Pendeta adalah Kamus Istilah Komputer dan Kamus Inggeris Melayu Dewan. Kamus Dewan versi Pendeta itulah yang ditampilkan kembali di MelayuOnline.com ini. Kedua kamus lainnya tidak ditampilkan.

Ditampilkannya kembali Kamus Dewan oleh MelayuOnline.com sesuai dengan cita-cita MelayuOnline.com untuk menjadi portal Dunia Melayu se-dunia. Bahasa (Melayu) Malaysia memiliki pengguna nomor dua terbanyak setelah bahasa (Melayu) Indonesia. Khazanah kebahasaan yang dikandungnya tentu sangat besar. Pemuatan Kamus tersebut lewat portal ini merupakan salah satu cara bagi MelayuOnline.com untuk melestarikan bahasa (Melayu) Malaysia pada khususnya dan bahasa Melayu pada umumnya dan memublikasikannya ke seluruh dunia.

Bahasa yang digunakan oleh Kamus ini adalah bahasa (Melayu) Malaysia (sesuai aslinya). Baik entri, penjelasan, maupun contoh pemakaian semuanya merupakan bahasa (Melayu) Malaysia. Meski bahasa Malaysia yang digunakan, Kamus ini tidak hanya bisa dinikmati oleh pengguna bahasa (Melayu) Malaysia, pengguna lain yang ingin mengerti bahasa (Melayu) Malaysia, sama adanya ia pengguna aktif bahasa Melayu di daerah lain atau pengguna pasif, juga bisa memanfaatkan kamus ini sebagai panduan.

Agak berbeda dengan aslinya, dalam MelayuOnline.com ini entri Kamus yang dicetak tebal diletakkan di atas penjelasan agar pengunjung mudah membedakan entri dan penjelasannya. Begitu pula dengan sub-entri, sengaja diletakkan agak menjorok ke dalam. Sementara itu, beberapa singkatan yang digunakan dibiarkan apa adanya, begitu pula dengan format penulisan; tidak diubah-suai sama sekali akan tetapi disesuaikan dengan redaksi asli. Perbedaannya hanyalah pada letak entri dan sub-entri seperti disebutkan. (selengkapnya lihat Panduan Penggunaan). (SR/kms/49/11-07)   

Prakata dari Penerbit

Panduan Penggunaan Kamus Dewan


Z
huruf ke-26 abjad Rumawi.
huruf ke-18 abjad Jawi.
Ar jebat.
Ar sembelih, menyembelih; debah.
Ar malaikat yg menjaga neraka (menyorongkan orang ke dlm neraka).
Ar sj batu berhablur yg dipakai sbg permata.
Ar buah anggur kering, kismis.
 = Al ~ = Kitab ~ kitab suci yg diturunkan oleh Allah kpd Nabi Daud.
; haram ~ anak yg dilahirkan di luar nikah, anak haram; —> jadah.
Ar soleh hidupnya, tidak menghairankan atau mementingkan hal keduniaan, pertapa; jahid, zuhud.
—> lahir.
huruf ke-12 abjad Jawi (bernilai 7).
sj tumbuhan (pokok yg buahnya dibuat minyak), Olea europaea.
Ar kemaluan laki-laki, pelir; buah ~ buah pelir; anak buah ~ saluran panjang yg bergulung-gulung pd permukaan belakang buah zakar tempat spermatozoa disimpan.
Ar rukun Islam yg keempat yg mewajibkan seseorang Islam mengeluarkan sebahagian drpd hartanya kpd orang yg berhak menerimanya (spt fakir miskin), mengikut syarat-syarat yg ditentukan; ~ fitrah = ~ badan zakat yg wajib dibayar oleh tiap-tiap orang Islam setahun sekali (pd bulan ...
Ar bersih, murni, suci.
huruf kesepuluh abjad Jawi.
tidak berperikemanusiaan, tidak adil, bengis, kejam: raja adil raja disembah, raja ~ raja disanggah; menzalimi, menzalimkan † berbuat sewenang-wenang (kpd), menganiaya, menindas: suaminya benar-benar ~nya; terzalim dizalimi: umat Islam yg ...
1. jangka masa (sama ada panjang atau pendek), tempoh atau jangka masa tertentu (yg ada sesuatu keistimewaannya atau pertaliannya), masa: ~ pemerintahan British di Malaya; akhir ~ penghabisan masa kehidupan manusia di dunia ini; ketinggalan ~ sudah tidak sesuai lagi dgn ...
sl negeri, tanah.
Page 1 | 2 | 3 | 4