Sabtu, 11 September 2010   |   Sabtu, 2 Syawal 1431 H
Pengunjung Online : 114
Anda pengunjung ke 78.907.146
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA

 

KAMUS MELAYU

Page 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 »

Kamus (Lokal) Melayu Aceh

Kata Pengantar Balai Pustaka

Menyusun sebuah kamus yang dapat menjadi acuan bagi masyarakat pengguna bahasa tentu suatu hal yang tidak mudah. Ketelitian dan keuletan untuk menyusun, mengkaji, menelaah, dan menyempurnakan kata dan makna kata yang terdapat dalam sebuah kamus merupakan suatu keharusan.

Balai Pustaka sesuai dengan misinya mengembangkan dan melestarikan budaya bangsa, bekerja sama dengan Pusat Bahasa menyusun dan menerbitkan kamus-kamus daerah di Indonesia. Hal ini tentu saja diharapkan dapat menjadi acuan dan referensi bagi peneliti dan pengguna bahasa daerah yang bersangkutan serta para pemerhati bahasa lainnya.

Kamus Bahasa Aceh-Indonesia ini adalah salah satu dari beberapa kamus daerah yang diterbitkan oleh Balai Pustaka bekerja sama dengan Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. Semoga kamus ini dapat menjadi wahana yang efektif dalam memahami dan mengenal kekayaan budaya Nusantara, yang pada gilirannya dapat dimanfaatkan sebagai unsur perekat persatuan nasional.

Balai Pustaka

A
n  kakak perempuan: ho – keuh? Ke mana kakakmu? – laen ma, kakak tiri pihak ayah ; - laen ku, kakak tiri pihak ibu ; meu -, mempunyai kakak; meuadoe -, beradik kakak. → adoe; peu -, menyebut kakak kepada ...
a   besar, sangat besar (dl hik).
(kata seru utk menyatakan) panggilan: meu–, berkali-kali menye­but a-e; peu – (droe), serupa yang disengaja atau lebih keras; → e
n  rukun sembahyang
v  memang miring dr atas ke bawah (seperti memotong batang kayu besar), megarahkan (umpama perahu), menyindir, menetak atau menakik: kayèe nyan ka geu – lé gobnyan. Kayu itu sudah dipotongnya. Neu – prahô nyan u wie. Arahkan perahu itu ke kiri, Jimarit ji ...
n  abang, saudara laki-laki yang tertua : - ka geujak u peukan, abang sudah pergi ke pasar; meu-, mempunyai abang; peu-, menyebut abang kepada seseorang. → aduen, bang, cut, keukanda, lém, po
n  nasib, peruntungan: - lôn cit ka meunan, nasib saya memang sudah begitu. – gèt, nasib baik; - cilaka (- paleh); nasib celaka; - jeuet keu kaya, nasib menjadi kaya; biek – gasien panè ék jeuet keu kaya, nasib ...
n  bagian nama laki-laki (jika di­sambung dengan kata berikutnya) - raôh, abdurrauf; —majéd, abdul­majid; —lah, abdullah, (seringkali dipendekkan menjadi) dô; — raôh, majéd, lah
n abu, debu: — dapu, abu dapur; awe — awe; pisang pisang; seudong — seudong; meu -, berabu, berdebu; peu —, mengenakan abu. → dhoi, lon; Bd dabèe , keulabèe
n abdi, budak, hamba: — tan po, tikôih tan pulo, (seperti) ham­ba yang tidak bertuan, tikus tidak berpulau (dikatakan terhadap se­orang gelandangan yang tidak di­ketahui asal usulnya); meu—, me­nyerupai abdi; meuthat akaijih, sifatnya ...
n paya, rawa (yang berair asin): meu—, berpaya; ‘Oh meu­ - sare. di yub moh, bawah rumah menyerupai paya; peu—, menja­dikan paya → parék , tumpoe
n  pohon pulai (seje­nis pohon yang sangat ringan kayunya); bak -, pohon pulai; Umpama boh -, angèn ba pôt keu déh keu noe, laksana buah pulai yang diterbangkan angin ke sana kemari; lôn tamsé bungong—, angèn tinteueng trôih bak ...
n abjad: haraih—, huruf-hu­ruf menurut abjad
n negro, Abesinia: ureung—, orang negro; nanggroe—, negeri Abesinia; biek — srom mata uroe, spt orang Abesinia yang melemparkan matahari.(ejekan terhadap seseorang yang hitam kulitnya dan bermata merah atau yang berkela­kuan buruk) →  nubi
n  1.  ayah, orang tua laki-laki: —hana neuwoe lom bak meuseujid  ayah belum lagi pulang dr mesjid. 2. nama diri: si—; Bd abu → biat
n  larva katak, berudu: meuaneuk—, menyerupai berudu. → kudé
tetek, pentil susu, buah dada wanita: ie—, susu (hewan atau wanita); —guda, susu kuda; —kamèng, susu kambing: pisang —, pisang susu— dèk, mit, mom, tèk
n  mika
Page 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 »