Kamus (Lokal) Melayu Aceh
Kata Pengantar Balai Pustaka
Menyusun sebuah kamus yang dapat menjadi acuan bagi masyarakat pengguna bahasa tentu suatu hal yang tidak mudah. Ketelitian dan keuletan untuk menyusun, mengkaji, menelaah, dan menyempurnakan kata dan makna kata yang terdapat dalam sebuah kamus merupakan suatu keharusan.
Balai Pustaka sesuai dengan misinya mengembangkan dan melestarikan budaya bangsa, bekerja sama dengan Pusat Bahasa menyusun dan menerbitkan kamus-kamus daerah di Indonesia. Hal ini tentu saja diharapkan dapat menjadi acuan dan referensi bagi peneliti dan pengguna bahasa daerah yang bersangkutan serta para pemerhati bahasa lainnya.
Kamus Bahasa Aceh-Indonesia ini adalah salah satu dari beberapa kamus daerah yang diterbitkan oleh Balai Pustaka bekerja sama dengan Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. Semoga kamus ini dapat menjadi wahana yang efektif dalam memahami dan mengenal kekayaan budaya Nusantara, yang pada gilirannya dapat dimanfaatkan sebagai unsur perekat persatuan nasional.
Balai Pustaka
A
n kakak perempuan: ho – keuh? Ke mana kakakmu? – laen ma, kakak tiri pihak ayah ; - laen ku, kakak tiri pihak ibu ; meu -, mempunyai kakak; meuadoe -, beradik kakak. → adoe; peu -, menyebut kakak kepada ...
a besar, sangat besar (dl hik).
(kata seru utk menyatakan) panggilan: meu–, berkali-kali menyebut a-e; peu – (droe), serupa yang disengaja atau lebih keras; → e
n rukun sembahyang
v memang miring dr atas ke bawah (seperti memotong batang kayu besar), megarahkan (umpama perahu), menyindir, menetak atau menakik: kayèe nyan ka geu – lé gobnyan. Kayu itu sudah dipotongnya. Neu – prahô nyan u wie. Arahkan perahu itu ke kiri, Jimarit ji ...
n abang, saudara laki-laki yang tertua : - ka geujak u peukan, abang sudah pergi ke pasar; meu-, mempunyai abang; peu-, menyebut abang kepada seseorang. → aduen, bang, cut, keukanda, lém, po
n nasib, peruntungan: - lôn cit ka meunan, nasib saya memang sudah begitu. – gèt, nasib baik; - cilaka (- paleh); nasib celaka; - jeuet keu kaya, nasib menjadi kaya; biek – gasien panè ék jeuet keu kaya, nasib ...
n bagian nama laki-laki (jika disambung dengan kata berikutnya) - raôh, abdurrauf; —majéd, abdulmajid; —lah, abdullah, (seringkali dipendekkan menjadi) dô; — raôh, majéd, — lah
n abu, debu: — dapu, abu dapur; awe — → awe; pisang → pisang; seudong — → seudong; meu -, berabu, berdebu; peu —, mengenakan abu. → dhoi, lon; Bd dabèe , keulabèe
n abdi, budak, hamba: — tan po, tikôih tan pulo, (seperti) hamba yang tidak bertuan, tikus tidak berpulau (dikatakan terhadap seorang gelandangan yang tidak diketahui asal usulnya); meu—, menyerupai abdi; meu — that akaijih, sifatnya ...
n paya, rawa (yang berair asin): meu—, berpaya; ‘Oh meu - sare. di yub moh, bawah rumah menyerupai paya; peu—, menjadikan paya → parék , tumpoe
n pohon pulai (sejenis pohon yang sangat ringan kayunya); bak -, pohon pulai; Umpama boh -, angèn ba pôt keu déh keu noe, laksana buah pulai yang diterbangkan angin ke sana kemari; lôn tamsé bungong—, angèn tinteueng trôih bak ...
n abjad: haraih—, huruf-huruf menurut abjad
n negro, Abesinia: ureung—, orang negro; nanggroe—, negeri Abesinia; biek — srom mata uroe, spt orang Abesinia yang melemparkan matahari.(ejekan terhadap seseorang yang hitam kulitnya dan bermata merah atau yang berkelakuan buruk) → nubi
n 1. ayah, orang tua laki-laki: —hana neuwoe lom bak meuseujid ayah belum lagi pulang dr mesjid. 2. nama diri: si—; Bd abu → biat
n larva katak, berudu: meuaneuk—, menyerupai berudu. → kudé
n tetek, pentil susu, buah dada wanita: ie—, susu (hewan atau wanita); —guda, susu kuda; —kamèng, susu kambing: pisang —, pisang susu— dèk, mit, mom, tèk
n mika