Thursday, 23 October 2014   |   Thursday, 28 Dzulhijah 1435 H
Online Visitors : 607
Today : 795
Yesterday : 23.762
Last week : 160.551
Last month : 802.699
You are visitor number 97.259.427
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

04 desember 2007 12:17

Wayang Kulit dan Kue Talam Ala Malaysia

Kuala Lumpur- Visit Malaysia 2007. Begitu promosi Malaysia dalam memajukan parawisatanya. Salah satu yang `diperjualbelikan` dari promosi parawisata Malaysia adalah wayang kulit dan kue talam ala negeri Abdullah Badawi itu.

Bagi warga Indonesia yang melancong ke negeri jiran tak perlu terkejut karena masih banyak kesenian lain atau budaya yang dipromosikan sebagai budaya asli Malaysia. Program Visit Malaysia 2007 yang akan berakhir 31 Desember 2007 cukup sukses mengundang wisatawan asing berkunjung ke negara itu.

Program ini memang disiapkan secara maksimal terutama oleh Kementerian Pariwisata Malaysia. Sejak dari Bandara Internasional Kuala Lumpur para turis asing sudah disambut berbagai informasi tempat tujuan wisata.

Begitu juga ketika tiba di hotel. Hampir semua hotel berbintang, menyediakan sebuah rak berisi brosur-brosur tiap negara bagian lengkap dengan keunggulan masing-masing wilayah.

Informasinya begitu lengkap dan detil berikut gambar yang menarik. Selain menawarkan keindahan alam, atraksi budaya dan kesenian lokal menjadi jualan promosi wisata ini. Bagi turis asing dari negara-negara di Eropa tentu promosi ini cukup menarik. Tapi bagi pelancong asal Indonesia, sebagian besar yang ditawarkan dalam brosur itu semuanya ada di Indonesia.

"Ini sih ada semua di Indonesia," kata seorang wartawan yang meliput kampanye penggalangan dana bagi korban kanker anak-anak di Malaysia 29 November hingga 31 Desember 2007.

Bahkan dalam sebuah brosur yang menjelaskan potensi wisata di negara bagian Kelantan, ada kesenian Wayang Kulit yang dipromosikan. Memang tidak ada klaim tertulis. Dalam brosur itu hanya dijelaskan wayang kulit adalah permainan boneka dari balik layar yang dimainkan oleh "master storyteller" yang disebut `tok dalang`

Lakon atau ceritanya berasal dari epik atau kisah-kisah sejarah di masa lalu. Wayang kulit dijelaskan terbuat dari kulit dan tanduk kerbau. Namun dalam foto yang ditampilkan, karakter wayang kulit Malaysia berbeda dengan tokoh-tokoh wayang di Indonesia.

Selain kesenian dan budaya, jenis makanan juga menjadi bagian dari promosi. Seperti yang dirasakan langsung oleh wartawan detikcom Iqbal Fadil ketika melancong ke pusat perbelanjaan Pavilion, Bukit Bintang, Kuala Lumpur, Jumat 31 Desember 2007. Dalam menu makanan yang disajikan terdapat kue talam sebagai kue asli Malaysia. Namun di Malaysia kue talam disebut sebagai kuih talam.

Apa yang dilakukan Malaysia dalam pandangan seorang rekan mahasiswa asal Indonesia yang sedang berkuliah di University of Malaysia sebagai bentuk penguatan identitas `Kemelayuan` orang Malaysia.

Menurutnya, Malaysia ingin menampilkan dirinya dengan identitasnya sebagai bangsa Melayu. Itu sesuai dengan slogan `Malaysia Truly Asia`.

Bagi orang Indonesia, tak perlu marah atau kesal atas semua klaim-klaim itu. Menyikapinya dengan protes boleh saja. Tapi buat sesuatu yang bisa kita lakukan untuk menyaingi itu.

Indonesia sebagai negara yang punya potensi pariwisata alam, kesenian dan kebudayaan dengan ratusan latar belakang dan keragaman etnis seharusnya bisa melakukan sesuatu yang lebih unggul.

Pengemasan dan promosi besar-besaran tentunya  dengan penyediaan fasilitas yang mendukung bisa menjadi cara terbaik untuk bisa bersaing. Apalagi pemerintah berniat memulai program Visit Indonesia Year 2008.

Sumber : Detik.com


Read : 2.385 time(s).

Write your comment !