Saturday, 22 November 2014   |   Saturday, 29 Muharam 1436 H
Online Visitors : 2.032
Today : 16.905
Yesterday : 21.623
Last week : 158.154
Last month : 718.966
You are visitor number 97.366.767
Since 01 Muharam 1428
( January 20, 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

02 april 2008 06:01

Potensi Hubungan Bilateral RI-Singapura

Potensi Hubungan Bilateral RI-Singapura

Singapura- Hubungan Indonesia-Singapura mempunyai arti yang sangat penting bagi kepentingan nasional Indonesia maupun kepentingan kawasan. Dari segi kepentingan nasional, hubungan bilateral kedua negara yang erat, produktif, dan saling menguntungkan mutlak diperlukan dan harus terus diupayakan terutama guna menciptakan lingkungan eksternal yang menunjang bagi kepentingan pembangunan nasional Indonesia. Besarnya komplementaritas kepentingan ekonomi di antara kedua negara harus secara strategis terus dikembangkan terutama dalam rangka menunjang upaya pembangunan ekonomi Indonesia.

Sementara itu, dari kepentingan kawasan, Indonesia dituntut untuk memberikan prioritas dan perhatian pada pembinaan dan penguatan hubungan, kerja sama serta solidaritas ASEAN, dan dalam hal ini hubungan bilateral yang baik dan erat antara Indonesia dan Singapura merupakan salah satu prasyarat untuk mencapai tujuan tersebut. Demikian pula bagi Singapura, hubungan  baik dengan Indonesia bukan hanya untuk mengakomodasi “economic space” dan pasokan sumber daya produksi, tetapi juga untuk kepentingan strategis politis dan keamanan.

Singapura adalah negara sahabat dan secara fisik geografis merupakan tetangga dekat Indonesia. Oleh karena itu, hubungan dan kerja sama antara kedua negara terwujud dalam berbagai bidang kehidupan, terutama yang menonjol adalah di bidang ekonomi di mana Singapura adalah mitra dagang utama, sumber investasi asing terbesar, dan juga asal wisatawan asing terbesar bagi Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir hubungan antara kedua negara secara umum terus berkembang dan menunjukkan adanya peningkatan. Namun demikian, dalam kedekatan tersebut sering terjadi gesekan-gesekan akibat perbedaan kepentingan yang kemudian menjadi ganjalan dan apabila ganjalan tersebut tidak segera diatasi atau dicari solusinya akan berpotensi mengganggu hubungan kedua Negara.

Potensi Kerja Sama Ekonomi

Hubungan ekonomi Indonesia–Singapura terus berkembang berkat adanya komplementaritas kepentingan ekonomi kedua Negara yang sangat besar. Perkembangan hubungan ekonomi ini antara lain ditandai dengan besarnya volume perdagangan, arus investasi, dan pariwisata kedua Negara.

Perdagangan

Singapura adalah mitra dagang utama Indonesia ketiga setelah AS dan Jepang. Menurut data statistik yang dikeluarkan oleh IE Singapura, pada tahun 2007, ekspor Indonesia ke Singapura mencapai S$ 22,06 Milyar (US$ 15,76 Milyar) . Sementara itu, ekspor produk domestik Singapura juga mengalami peningkatan dari S$ 15,87 milyar tahun 2006 menjadi S$ 17,24 Milyar tahun 2007. Di samping itu juga terdapat produk-produk negara lain yang direekspor Singapura yang jumlahnya S$ 27,07 Milyar. Sementara data statistik Indonesia (BPS) menunjukkan bahwa ekspor Indonesia pada tahun 2006 mencapai US$ 9 Milyar, sedangkan impor Indonesia dari Singapura mencapai US$ 10 Milyar. Untuk periode Januari–September 2007, ekspor Indonesia sekitar US$ 7,8 Milyar dan impor sekitar US$ 7,1 Milyar.

Hubungan perdagangan kedua negara mempunyai peluang untuk terus dikembangkan, dan Indonesia dapat memanfaatkan posisi strategis Singapura sebagai trading hub terbesar di Asia. Singapura dapat dimanfaatkan sebagai pintu gerbang bagi pengembangan ekspor Indonesia ke pasar global, oleh karena itu upaya untuk mempromosikan produk ekspor Indonesia, termasuk produk-produk UKM tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri Singapura, tetapi juga untuk pasar Negara lain dengan memanfaatkan jaringan pemasaran dan distribusi Singapura.

Investasi

Singapura menunjukkan minat yang sangat besar untuk meningkatkan investasinya di Indonesia, termasuk di sektor infrastruktur. Hal ini tercermin dengan melonjaknya nilai investasi pada beberapa tahun terakhir dan menjadikan Singapura menmpati urutan pertama sebagai investor terbesar di Indonesia. Pada tahun 2007, nilai realisasi investasi Singapura sekitar S$ 3,7 milyar untuk 124 proyek atau sekitar 36,2% dari total realisasi penanaman modal asing di Indonesia.

Peningkatan nilai investasi ini di samping menunjukkan kepercayaan para pengusaha Singapura terhadap  iklim bisnis di Indonesia yang kondusif juga mempunyai nilai strategis karena langkah yang diambil para investor Singapura akan menjadi referensi bagi para investor negara lain. Hal ini menjadi sangat penting meningat persaingan untuk menarik investasi asing di antara negara-negara kawasan semakin ketat.

Oleh karena itu, strategi promosi yang akan dilakukan di samping difokuskan kepada kalangan dunia usaha Singapura, juga akan menjangkau perwakilan perusahaan asing di Singapura yang jumlahnya sangat besar. Demikian pula investor Singapura perlu diarahkan ke daerah-daerah lain di samping Batam dan Bintan.

Pariwisata

Singapura selama beberapa tahun ini merupakan asal wisatawan asing terbesar bagi Indonesia dan pada tahun 2007 terdapat sekitar 1,46 juta wisatawan Singapura mengunjungi Indonesia, atau sekitar 32 persen dari penduduk Singapura, suatu jumlah yang cukup besar.

Sementara itu, industri pariwisata di Singapura berkembang pesat dan bahkan tahun 2007 terdapat 10,3 juta wisatawan asing yang berkunjung ke Singapura, maka strategi pemasaran Indonesia di samping untuk meningkatkan kunjungan wisatawan Singapura, juga ditujukan untuk menarik wisatawan asing tersebut agar mengunjungi Indonesia. Untuk itu, perlu dikembangkan kegiatan promosi bersama dengan Singapura, antara lain dengan mengombinasikan tujuan wisata Singapura yang lebih menonjol dengan pariwisata belanja dengan keindahan alam dan budaya Indonesia dalam suatu paket wisata.

Promosi Indonesia di Singapura

Memperhatikan besarnya potensi hubungan ekonomi kedua negara, KBRI Singapura menempatkan kegiatan promosi perdagangan, investasi, dan pariwisata sebagai salah satu kegiatan utama. Pada tahun 2007, telah dilakukan 24 kali kegiatan promosi baik berupa pameran produk-produk Indonesia, penyelenggaraan business matching, mengoordinasikan misi dagang dan investasi, serta kegiatan promosi lainnya. Bahkan, untuk yang pertama kalinya telah diadakan promosi terpadu di Ngee Ann City (Orchad Road), pusat bisnis dan turis di Singapura yang mendapatkan perhatian yang sangat besar baik dari masyarakat Singapura maupun  turis asing yang berkunjung ke Singapura. Kegiatan semacam ini akan terus dikembangkan dan menjadi prioritas utama KBRI Singapura.

Sumber : www.deplu.go.id
Kredit foto : www.techfreep.com


Read : 4.766 time(s).

Write your comment !