Tuesday, 9 June 2026 |Tuesday, 23 Dzulhijah 1447 H
Visiteurs en ligne : 0
aujourd hui
:
3.044
Hier
:
25.426
La semaine dernière,
:
227.151
Le mois dernier
:
9.252.016
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
13 juli 2012 09:45
Bawa Puluhan Kada untuk Kenali Budaya Toraja
Toraja Utara, Sulsel - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) tak mau hanya Jakarta atau kota-kota besar saja yang dijadikan tempat untuk menggelar pertemuan para kepala daerah. Karenanya Kementrian yang dipimpin Muhaimin Iskandar itu menjadikan Rantepao di Toraja Utara, Sulawesi Selatan sebagai tempat penandatanganan nota kesepahaman bidang transmigrasi yang melibatkan puluhan kepala daerah.
Dirjen Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (Dirjen P2KT) Jamaluddien Malik menyatakan, selama ini kegiatan kerjasama antardaerah lebih sering digelar di Jakarta ataupun di ibukota provinsi lain yang memiliki infrastruktur lengkap. Menurutnya, hal tersebut tidak memiliki efek terhadap daerah-daerah tertinggal.
"Dengan adanya acara ini di Rantepao, Toraja Utara diharapkan ada efek meratanya terobosan di daerah tertinggal yang kita akui Rantepao memiliki keterbatasan infrastruktur," ungkap Jamal di sela-sela acara penandatanganan MoU kerjasama antardaerah (KSAD) di Rantepao, Toraja Utara, Kamis (12/7).
Dalam kesempatan sama, Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi gagasan Kemenakertrans. Menurutnya, acara penandatanganan MoU antardaerah yang digelar di Rantepao itu dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan Toraja kepada seluruh kepala daerah.
"Karena memang sudah banyak kepala daerah yang ingin ke Toraja. Hanya saja, belum ada kesempatan," ujarnya.
Sekda Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Mualim menegaskan, kondisi transportasi dan akomodasi di Toraja tidak lagi menjadi masalah. "Buktinya, setiap acara "Lovely December" di Toraja selalu dihadiri ribuan wisatawan. Semua tetap berjalan lancar," imbuhnya.
Dalam acara penandatangan MoU bidang transmigrasi itu juga digelar upacara adat Rambu Tuka atau pesta kebahagiaan yang merupakan kebalikan dari Rambu Solo sebagai pesta kematian.