Sabtu, 2 Agustus 2014   |   Ahad, 5 Syawal 1435 H
Pengunjung Online : 1.651
Hari ini : 13.985
Kemarin : 17.924
Minggu kemarin : 139.911
Bulan kemarin : 420.919
Anda pengunjung ke 96.969.973
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Budaya Melayu

Peribahasa

a:3:{s:3:

Peribahasa adalah ungkapan tradisional yang terdiri dari kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasehat, prinsip hidup ataupun aturan tingkah laku. Dalam ungkapan lain, Carvantes mendefinisikannya sebagai kalimat pendek yang disarikan dari pengalaman yang panjang; Bertrand Russell mendefinisikannya sebagai kebijaksanaan orang banyak, tapi kecerdasan seseorang. Biasanya, kelompok kata atau kalimat dalam peribahasa memiliki struktur susunan yang tetap, dan merupakan kiasan terhadap maksud tertentu. Kalimat dalam peribahasa biasanya mengesankan, dengan arti yang luas dan isi yang bijak. Dalam peribahasa, tersirat unsur sistem budaya masyarakat yang berkaitan  dengan nilai-nilai, pandangan hidup, norma, petunjuk dan aturan yang menjadi acuan bagi anggota masyarakat. Biasanya, peribahasa ini muncul dalam pembicaraan sehari-hari, upacara adat, acara keramaian dll. Dalam kehidupan sehari-hari, bisa dikatakan bahwa peribahasa merupakan salah satu sarana enkulturasi dalam proses penanaman nilai-nilai adat dari generasi ke generasi dalam kebudayaan Melayu. Sebagai sastra lisan, maka perkembangannya sangat dipengaruhi oleh perubahan yang terjadi di masyarakat pendukungnya. Setiap perubahan di masyarakat, biasanya juga diiringi dengan lenyapnya peribahasa yang tidak lagi sesuai dengan keadaan yang telah berubah. 

Ada dua jenis peribahasa, yaitu peribahasa yang memiliki arti lugas dan yang memiliki arti simbolis. Peribahasa yang berarti lugas ada dua: bidal dan pepatah, sedangkan yang berarti simbolis adalah perumpamaan. Peribahasa jenis bidal memiliki irama dan rima, sehingga sering juga digolongkan ke dalam bentuk puisi, contohnya adalah: bagai kerakap di atas batu, hidup segan mati tak mau. Peribahasa jenis pepatah mengandung isi yang ringkas, bijak, benar dan seolah-olah dimaksudkan untuk mematahkan ucapan orang lain, contohnya: biar lambat asal selamat; sedikit demi sedikit, lama lama jadi bukit. Berkaitan dengan perumpamaan, ungkapannya mengandung arti simbolik, dan biasanya didahului kata seperti, bagai atau bak, contohnya: seperti katak di bawah tempurung; bagai pungguk merindukan bulan; datar bak lantai papan, licin bak dinding cermin. Dalam portal ini, segala hal yang berkaitan dengan peribahasa dijelaskan secara lebih rinci disertai contoh-contohnya.


Kredit foto : www.answers.com
  1. Bidal.
  2. Ungkapan Sehari-hari Orang Melayu di Nusa Tenggara Barat.
  3. Ungkapan Melayu tentang Sikap Malu dan Tahu Diri.
  4. Ungkapan Melayu tentang Menjunjung Tinggi Keadilan dan Kebenaran.
Dibaca : 131.922 kali.