Close
 
Sabtu, 1 November 2014   |   Ahad, 8 Muharam 1436 H
Pengunjung Online : 2.131
Hari ini : 20.113
Kemarin : 21.335
Minggu kemarin : 177.917
Bulan kemarin : 802.699
Anda pengunjung ke 97.294.725
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

26 oktober 2010 08:02

Punah Sejak 1964, Batik Motif Kaliwunguan Akan Dihidupkan

Punah Sejak 1964, Batik Motif Kaliwunguan Akan Dihidupkan

Kendal, Jateng - Bupati Kendal, Jawa Tengah, Widya Kandi Susanti, menyatakan akan menghidupkan kembali motif batik Kaliwungu yang telah punah sejak 1964.

Dia mengatakan di Kendal, Minggu (24/10/2010), pihaknya akan memasukkan keterampilan membatik motif batik khas Kampung Kapulisen, Desa Krajan Kulon, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, dalam kurikulum pendidikan. Corak ini dikenal dengan sebutan motif kaliwunguan.

"Kurikulum tersebut akan dimasukkan dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas agar tetap lestari," katanya.

Selain itu, kata dia, saat ini dirinya tengah mengembangkan 100 motif batik pesisir khas kaliwunguan. "Tetapi saat ini, baru dua motif yang telah selesai," katanya.

Dia mengatakan, motif tersebut akan dimasukkan pada seragam batik pegawai negeri sipil (PNS) sebagai langkah sosialisasi kepada masyarakat umum.

"Upaya ini juga dilakukan untuk mengenalkan kesenian khas Kendal kepada dunia, dalam hal ini motif batik," katanya.

Menurut dia, penggunaan dua motif pada seragam akan berlakukan pada 2011 dan direncanakan akan digunakan pada setiap hari Kamis dan Jumat.

Dia mengatakan, motif pertama didominasi warna biru dan motif kedua berwarna hitam.

"Yang biru diberi nama Paramita yang berarti bijaksana dan warna hitam diberi nama Pramesti yang artinya dikasihi Tuhan," katanya.

Dia menambahkan, pencetakan batik tersebut dilakukan di Pekalongan, Jawa Tengah, dengan menggunakan kain sutera dan katun. Dia juga mengatakan, kedua motif itu akan segera dipatenkan atas nama perorangan melalui Disperindag agar tidak diklaim oleh pihak lain.

Sumber: http://regional.kompas.com


Dibaca : 1.904 kali.

Tuliskan komentar Anda !