Close
 
Selasa, 9 Juni 2026   |   Arbia', 23 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 0
Hari ini : 2.938
Kemarin : 25.426
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

21 mei 2012 03:41

Taufik Ismail Resmikan Koleksi Ratusan Keris Minangkabau

Taufik Ismail Resmikan Koleksi Ratusan Keris Minangkabau

Padangpanjang, Sumbar - Sastrawan Taufik Ismail meresmikan koleksi ratusan keris Minangkabau yang berada di Rumah Budaya Fadli Zon Nagari Aie Angek Tanahdatar, Sumatera Barat, Minggu.

Hadir dalam peresmian tersebut kalangan seniman dan sastrawan terkenal di Indonesia dan para kepala daerah serta undangan lainnya.

Taufik mengatakan, rumah budaya merupakan tempat kumpulan benda bersejarah yang ada di Indonesia, termasuk keris Minangkabau.

"Dari berbagai jenis benda budaya yang dimiliki Indonesia, keris salah satu kekayaan budaya yang memiliki banyak filosofi," katanya.

Ia juga meminta kepada masyarakat dan kolektor agar tidak menyalah artikan makna keris dalam kehidupan sehari-hari, karena keris merupakan salah satu simbol dan memiliki karakter berbeda di setiap daerah.

"Keris jangan dijadikan sebagai pembawa hoki seperti bisa menambah penghasilan atau kekayaan dan menjadi pertanda lain," katanya.

Sementara Fadli Zon mengatakan, kepunahan tradisi pembuatan keris di ranah Minang ini tidak akan diketahui termasuk pelestarian dan penerusnya, yang jelas artefak keris Minangkabau banyak ditemukan termasuk koleksi di Rumah Budaya.

Menurut dia, keberadaan berbagai macam bentuk keris di Minangkabau sudah ada sejak zaman Majapahit dan harus dilestarikan.

Keris di Minangkabau kata dia, selalu hadir dalam buku-buku keris dan senjata nasional seperti dalam "Traditional Weapons of the Indonesia Archipelago" oleh Albert G Van Zonneveld.

Ia menyebutkan, keris Minangkabau berbeda dengan keris Palembang dan keris yang ada di daerah Sumatera lainnya.

"Dalam The Krisdisk (Karsten Sejr Jensen) digambarkan bahwa dalam perang Paderi, orang-orang Belanda merampas keris Minang dari pasukan Paderi dan dibawa ke Belanda," katanya.

Setelah peresmian, dilanjutkan diskusi kebudayaan dengan tema "Rediscovery Keris Minang" dengan pembicara Fadli Zon, Zaenal dan Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) dan Mak Katik seniman tradisional Minang.

Selain keris, Rumah Budaya Fadli Zon juga mengoleksi berbagai benda kebudaya kuno yang ada di berbagai daerah di Indonesia. Seperti, lukisan, wayang golek, koleksi buku yang terkenal pada zamannya dan benda kebuyaan kuno lainnya yang terbuat dari logam dan batu.

Sumber: http://www.antaranews.com


Dibaca : 2.175 kali.

Tuliskan komentar Anda !