Close
 
Kamis, 24 Juli 2014   |   Jum'ah, 26 Ramadhan 1435 H
Pengunjung Online : 1.868
Hari ini : 15.311
Kemarin : 2
Minggu kemarin : 157.256
Bulan kemarin : 128.832
Anda pengunjung ke 96.935.531
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

22 oktober 2012 04:55

Memperkenalkan Indonesia di Townsville

Memperkenalkan Indonesia di Townsville

Ownsville, Australia - Menurunnya minat warga Australia untuk mempelajari Indonesia belakangan ini membuat para mahasiswa Indonesia di James Cook University di Townsville, Queensland, Australia tergerak untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada murid-murid sekolah.

Townsville adalah kota di timur laut Australia di negara bagian Queensland, dan memiliki penduduk sekitar 100.000 orang.

Baru-baru ini, dikoordinir oleh seorang peneliti asal Makassar, Zainab Tahir, 7 orang anggota perhimpunan pelajar Indonesia di universitas tersebut (PPIA JCU) mengajarkan budaya Indonesia kepada dua kelas murid Year 5.

Aspek budaya yang diperkenalkan pada acara tersebut adalah baju daerah dan tarian daerah. Para mahasiswa muncul dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Kemudian para murid diminta menebak dari daerah manakah baju adat yang ditunjukkan.

Presentasi peta wilayah Indonesia dan baju adat dari beberapa daerah kemudian ditunjukkan pada para murid. Keunikan masing-masing baju daerah diperkenalkan, lalu beberapa pertanyaan dilontarkan di dalam kelas masing-masing dengan jumlah murid 26 orang. Murid yang bisa menjawab mendapat kesempatan untuk memakai baju daerah yang sudah dipersiapkan.

Menurut rilis PPIA yang dikirim kepada koresponden Kompas di Australia, L. Sastra Wijaya, para murid antusias mencoba menjawab pertanyaan, dan tiga orang terpilih untuk memakai kostum tari Bali, kostum tari Gambyong dari Jawa, dan baju adat Padang. Setelah diperkenalkan baju daerah, anak-anak diberi contoh gerakan tarian asal Flores, yaitu tari Dolo-dolo.

Anggota PPIA yang berasal dari beragam daerah di Indonesia sudah dilatih selama satu bulan oleh Welem Linggi Turupadang agar fasih menarikan tarian yang merupakan bagian dari perayaan setelah panen di Propinsi Nusa Tenggara Timur itu.

Acara ditutup dengan memberi kesempatan pada anak-anak untuk bertanya mengenai budaya Indonesia.

Sebelumnya, para mahasiswa Indonesia ini sempat mengisi acara di Townsville Grammar Junior School, dengan materi makanan tradisional Indonesia, dan pada kesempatan lain mengajarkan permainan rakyat Indonesia.  Selain itu, PPIA JCU sempat juga mengisi acara di Aitkenvale State School, yaitu mengajarkan permainan khas hari kemerdekaan Indonesia. 

Aitkenvale Library juga mengajak para mahasiswa untuk membacakan kepada anak-anak setempat mengenai salah satu cerita rakyat Indonesia dengan judul Si Kancil.

Selama ini, PPIA JCU berkolaborasi dengan Townsville Multi-cultural Support Group (TMSG) untuk memperkenalkan budaya Indonesia di kota Townsville, Queensland.  TMSG berfungsi sebagai penghubung antara para mahasiswa dengan pihak-pihak yang tertarik untuk mengenal budaya Indonesia.

Diskusi mengenai materi yang akan dibawakan biasanya diadakan antara PPIA JCU dengan pihak yang berminat menjadi tuan rumah dari acara pengenalan budaya. Dengan berbekal alat peraga yang terbatas, PPIA JCU tetap berusaha menjalankan program pengenalan budaya dengan sebaik mungkin.

Sumber: http://oase.kompas.com


Dibaca : 348 kali.

Tuliskan komentar Anda !