Close
 
Senin, 28 Juli 2014   |   Tsulasa', 30 Ramadhan 1435 H
Pengunjung Online : 602
Hari ini : 2.219
Kemarin : 17.575
Minggu kemarin : 157.256
Bulan kemarin : 128.832
Anda pengunjung ke 96.953.959
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

13 november 2012 04:49

Lomba Permainan Rakyat Aceh Digelar

Lomba Permainan Rakyat Aceh Digelar
Ilustrasi

Takengon, NAD - Tercatat sedikitnya 58 jenis permainan rakyat dimiliki masyarakat dari berbagai daerah di Provinsi Aceh.

"Setelah diinventarisir terdapat 58 jenis permainan rakyat berkembang di 13 etnis di Aceh," kata anggota Federasi olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Formi) Aceh Sudirman di Takengon, ibu kota Kabupaten Aceh Tengah, Senin (12/11/2012).

Melalui Kabag Humas dan Protokol Aceh Tengah Windi Darsa, dijelaskan bahwa seluruh bentuk permainan itu tetap terjaga dan lestari maka harus dilakukan penyelamatan sejak dini, diantaranya adalah dengan menyelenggarakan lomba permainan rakyat.

"Karena itu lomba yang kita lakukan ini adalah bagian dari upaya untuk melestarikan permainan rakyat tersebut," tambah Windi. 

Windi menyebutkan, lomba permainan rakyat di Takengon itu diikuti tujuh kabupaten di Provinsi Aceh dari sebanyak 14 daerah yang diundang.

Ketua Formi Aceh Tengah, Ikhwanusufa menyebutkan tujuh daerah yang mengirimkan kontingennya pada lomba permainan rakyat itu masing-masing  Pidie, Pidie Jaya, Aceh Timur, Aceh Barat, Bireuen, Bener Meriah, dan tuan rumah Aceh Tengah.

Empat cabang yang pertandingkan yaitu gasing, trompa panjang, musik bambu dan renang. 

Sementara itu Sekdakab Aceh Tengah Taufik mengatakan, perlu komitmen bersama untuk melestarikan berbagai jenis permainan rakyat yang tumbuh dan berkembang turun temurun di berbagai daerah di Aceh.

"Karenanya saya mengajak masyarakat untuk menggali dan mensosialiasasikan berbagai permainan tradisional sebagai khasanah budaya serta sebagai media persatuan dan kesatuan," kata dia menambahkan.

Bahkan, katanya permainan rakyat itu juga dapat menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif yang berbasis wisata, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi Aceh untuk menarik kunjungan wisatawan.

Sumber: http://theglobejournal.com


Dibaca : 614 kali.

Tuliskan komentar Anda !