Close
 
Selasa, 9 Juni 2026   |   Arbia', 23 Dzulhijah 1447 H
Pengunjung Online : 1.879
Hari ini : 23.548
Kemarin : 24.704
Minggu kemarin : 227.151
Bulan kemarin : 9.252.016
Anda pengunjung ke 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Berita

29 juni 2013 03:10

12 Negara Ramaikan Festival Erau

12 Negara Ramaikan Festival Erau
Ilustrasi

Tenggarong, Kaltim - Perwakilan dari 12 negara akan meramaikan Festival Erau yang tahun ini bernama Erau International Folklore & Art Festival (EIFAF) yang digelar mulai besok hingga 7 Juli mendatang, di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Ke-12 negara tersebut adalah Prancis, Belgia, Yunani, Rusia, Rep Ceko, Togo, India, Korea Selatan, Thailand, Taiwan, Mesir, dan Kanada.

Menurut Dirjen Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Esthy Reko Astuty, festival itu merupakan festival tahunan yang diikuti tim kesenian dari tujuh kabupaten/kota wilayah adat kesultanan serta sanggar seni budaya di kabupaten Kutai Kartanegara.

"Festival ini bermula dari keraton Kutai Kertanegara. Biasanya digelar pertengahan Juli, tapi karena dekat dengan bulan puasa, kita geser menjadi akhir Juni hingga awal Juli," kata Esthy, Jumat (28/6).

Ia menjelaskan, ke-12 negara yang hadir tidak hanya menyaksikan festival budaya dan pesta rakyat Kutai itu, tapi juga berpartisipasi secara bergiliran menggelar pertunjukan atau memperkenalkan kesenian masing-masing.

"Ini akan menjadi daya tarik tersendiri kepada masyarakat Kutai, wisatawan nusantara, dan wisatawan mancanegara yang datang," lanjut dia.

Apalagi, pada festival yang digelar itu ada satu hal yang selalu menonjol yakni ada kebersamaan antara pihak keraton dan masyarakat, baik melalui kegiatan di luar keraton maupun di dalam keraton.

Di antaranya, Beseprah yakni tradisi makan bersama dengan menu tradisional khas Kutai, yang diikuti peserta festival, masyarakat Tenggarong, pejabat Pemkab Kutai Kartanegara, dan Kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura di sepanjang jalan utama sejauh 2 kilometer.

"Juga masih banyak acara lainnya, yang digelar setiap hari untuk memberitahukan kebersamaan antara penguasa dan rakyat," kata dia.

Dia berharap pada festival yang digelar oleh Pemkab Kutai Kartanegara, Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, serta didukung Kemenparekraf itu akan ada pelestarian budaya kepada masyarakat dan generasi muda, serta jadi daya tarik wisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

Sumber: http://www.metrotvnews.com


Dibaca : 980 kali.

Tuliskan komentar Anda !