Anda pengunjung ke 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
Belum ada data - dalam proses
Berita
26 agustus 2009 01:30
Kibar Merah Putih dan Tumpengan di Singapura
Singapura - Tepat pukul 10.00 waktu Singapura, peserta upacara disiapkan untuk menyambut Duta Besar Wardana yang pagi itu bertindak sebagai Inspektur upacara memperingati hari ulang tahun Kemerdeikaan RI ke-64 di halaman Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia Singapura. Tampak di antara peserta upacara para staf KBRI, para pelajar dan mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Singapura, pelaut, para Penata Laksana Rumah Tangga, dan beberapa anggota TNI dan Polri.
Saat petugas pengibar bendera memasuki lapangan upacara, suasana menjadi hening. Suara yang terdengar hanyalah bunyi langkah sepatu dan aba-aba tegas dari komandan pasukan pengibar bendera. Keharuan pun semakin sempurna saat bendera merah putih berkibar di angkasa kota Singapura. Bayangkanlah, mereka para saudara kita, ribuan kilometer jauhnya dari Tanah Air, pada pagi yang cerah itu tetap menunjukkan kesetiaannya kepada tanah air, bangsa dan negara.
Dalam amanat yang dibacakan, Wardana mengajak untuk meningkatkan kinerja kepada seluruh stafnya, sebagaimana tertuang di dalam misi utama KBRI Singapura, yakni memberikan perlindungan dan pelayanan yang lebih baik kepada segenap masyarakat Indonesia yang didasarkan atas sikap kepedulian dan keberpihakan.
"Berbagai upaya yang dilakukan telah memberikan memberikan hasil yang cukup menggembirakan, yaitu telah dikembangkannya suatu pelayanan yang ramah, murah, cepat dan transparan. Sistem pelayanan ini telah mendapatkan penghargaan Piala Citra dari Bapak Presiden pada bulan Oktober tahun lalu serta dikukuhkan dengan standar internasional dengan diperolehnya ISO 9001-2008," terang Wardana.
Usai upacara kebahagiaan pun bertambah-tambah saat tim paduan suara menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Tanpa diminta, seluruh peserta pun turut menyanyikan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh tim paduan suara yang terdiri dari para pelajar Indonesia di Singapura. Nah, inilah acara lain yang juga ditunggu-tunggu. Upacara selesai, Pak Dubes mengajak seluruh peserta upacara untuk memasuki halaman tengah Kantor KBRI. Di sana sebuah tenda yang sehari sebelumnya digunakan untuk acara Panggung Gembira, pada 17 Agustus 2009 itu telah dipenuhi oleh beragam penganan dan tumpeng.
Wardana dan nyonya memotong tumpeng sebagai pertanda acara syukuran dimulai. Para peserta upacara pun mengambil makanan sesuai selera mereka. "Ini yang bikin kangen, makanya acara seperti ini tidak pernah saya lewatkan," ujar Felix, petugas pengibar bendera. Ya, masakan dan makanan yang dihidangkan memang mengingatkan para peserta upacara pada Tanah Air. Lihatlah, di sana ada tumpeng, sate, gudangan, dan tentu saja ada para handai taulan yang pada pagi itu tumplek blek di KBRI Singapura. (JY)