Close
 
Jumat, 31 Oktober 2014   |   Sabtu, 7 Muharam 1436 H
Pengunjung Online : 2.093
Hari ini : 16.996
Kemarin : 21.335
Minggu kemarin : 154.939
Bulan kemarin : 802.699
Anda pengunjung ke 97.294.246
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
IMAGE GALLERY
AGENDA
  • Belum ada data - dalam proses

 

Opini

28 februari 2008 08:15

Rumah Melayu Kalbar: Pesona Melayu di Pontianak

Perjalanan Budaya Kru MelayuOnline.com di Kalimantan Barat (1)
Rumah Melayu Kalbar: Pesona Melayu di Pontianak

Beberapa provinsi di Indonesia yang berakarbudaya Melayu, seperti Kalimantan Barat dan Riau, dan beberapa negara di kawasan Melayu, seperti Malaysia dan Brunei Darussalam, sedang giat-giatnya berbenah, berusaha menjadi pusat kebudayaan Melayu. Meskipun rencana tersebut tidak bisa dilepaskan dari kepentingan ekonomi dan politik, namun tetap saja menggembirakan, karena telah muncul kesadaran bahwa budaya merupakan unsur penting dalam kehidupan modern. Untuk mencapai cita-cita luhur itu, tentu saja, provinsi-provinsi dan negara-negara itu telah merumuskan langkah-langkah strategis dan anggaran dana yang besar. Pertanyaannya kemudian adalah, dapatkah mereka menggali dan mensosialisasikan nilai-nilai budaya Melayu sejalan dengan pembangunan fisiknya? Ada beberapa fenomena yang menarik untuk dicermati terkait dengan rencana menjadikan budaya Melayu sebagai identitas utama di beberapa daerah di Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam. Perjalanan MelayuOnline.com ke Pontianak, Mempawah, Sambas, Kuching, dan Brunei Darussalam selama lima hari, secara sekilas (dan mungkin subyektif), menangkap perkembangan rencana besar di masing-masing daerah tersebut.

Pada hari Kamis pagi (21/02/2008), empat kru MelayuOnline.com bertolak dari Yogyakarta-Jakarta menuju Pontianak untuk melakukan pertemuan dengan Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalimantan Barat sekaligus mencermati jejak-jejak kegemilangan sejarah Melayu di kawasan itu. Rangkaian perjalanan budaya selama di Kalbar cukup lancar berkat bantuan dan kepedulian saudara-saudara di Pontianak yang rela meluangkan waktu menemani para kru. MelayuOnline.com mengucapkan terima kasih kepada Bapak H. Abang Imien Thaha, Bapak Panji Anom dan puteranya Radin Hamzah yang telah meluangkan waktu untuk membantu kelancaran perjalanan budaya kami.

rumah pontianak

Pukul 14.50 WIB, MelayuOnline.com bersilaturahmi dengan Bapak H. Abang Imien Thaha (Ketua Umum MABM), Bapak Abang Zahry Abdullah, Bapak AR. Muzammil (PD III FKIP Universitas Tanjungpura), Bapak Hermansyah (P3M STAIN Pontianak), beberapa staff MABM, akademisi dan tokoh adat Melayu Pontianak, di kantor pusat MABM. Sambutan yang sangat baik dan hangat. Tidak terbayang sebelumnya, MelayuOnline.com disambut oleh tokoh-tokoh penting Kalbar. Perbincangan dengan mereka terasa santai, sesekali ada lontaran lelucon-lelucon yang mengundang gelak tawa. Tentu, kondisi ini menciptakan keakraban dan kedekatan psikologis setiap individu yang ikut dalam pertemuan itu.  

Selama perbincangan berlangsung, para tokoh itu menyatakan siap membantu mempercepat proses perkembangan MelayuOnline.com, dan bersama-sama mengembalikan kegemilangan tamadun Melayu. Agaknya ada kesadaran kolektif bahwa membangun peradaban Melayu tidak mungkin dilakukan secara individual, tetapi harus dipikirkan dan dikerjakan secara kolektif. Karena alasan itulah, MelayuOnline.com melakukan lawatan ke berbagai kawasan Melayu membangun networking dan kerjasama dengan berbagai pihak. Dan karena alasan itu pula setiap puak Melayu yang dikunjungi memberikan apresiasi yang tinggi.

rumah pontianak

rumah pontianakSebagai wujud apresiasi Bapak H. Abang Imien Thaha dan Bapak AR. Muzammil terhadap MelayuOnline.com, mereka menyerahkan berbagai buku dan beberapa kamus bahasa Melayu lokal untuk memperkaya data MelayuOnline.com. Dengan ramah mereka mempersilahkan MelayuOnline.com menghubungi MABM maupun pihak lain yang berkompeten apabila ada hal-hal yang perlu dilakukan bersama-sama. Misi MelayuOnline.com untuk menjadi pangkalan data Melayu dan kemelayuan terbesar dan terlengkap di dunia, sejauh ini tidak sekedar mimpi, tetapi sedikit demi sedikit menuju kenyataan. Nah, bagaimana dengan upaya puak Melayu di Pontianak sendiri melestarikan dan mengembangkan budaya Melayu?

Salah satu bentuk perhatian masyarakat Melayu Kalbar terhadap budayanya adalah didirikannya Rumah Melayu Kalbar yang diresmikan pada tanggal 5 November 2005 oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Rumah Melayu ini besar, megah, dan indah. Bahkan jauh lebih besar dan megah dibanding istana-istana kerajaan Melayu di Kalbar, seperti Istana Kadriah di Pontianak, Istana Amantubillah di Mempawah, maupun Istana Al Watzikubillah di Sambas. Bangunan megah yang berdiri di atas lahan seluas 1,4 hektar, dan terdiri atas 7 bagian bangunan, yaitu: Balairung (tempat pameran dan pertemuan), Balai Kerja (sekretariat pertemuan), Balai Rakyat (taman bermain dan kios penjualan), Balai Pustaka (tempat kajian budaya dan perpustakaan), Balai Budaya (ruang pertemuan, sanggar tertutup, dan ruang pengelola), Panggung Terbuka (ruang persidangan, Amphitheatre, dan gudang), serta Pesanggrahan (penginapan, pertemuan, dan pelatihan).    

rumah pontianak

Arsitektur Rumah Melayu ini merupakan gabungan dari unsur-unsur budaya Melayu Kalimantan Barat, seperti Pontianak, Mempawah dan Sambas. Mata yang melihatnya menjadi pasti terpesona. Namun sayang, bangunan semegah dan seindah itu tidak dilengkapi dengan sarana informasi, semacam booklet atau leaflet, yang menjelaskan tentang sejarah berdiri, fungsi tiap bagian bangunan, serta makna setiap ornamen yang detil dan indah yang menghiasi setiap sudut bangunan. Pengunjung yang belum tahu banyak tentang ornamen-ornamen Melayu hanya dapat mengagumi keindahan, kerumitan dan kemegahannya, tanpa mengetahui apa makna filosofis yang terkandung pada setiap bagian ruang dan ornamennya.

Keindahan desain Rumah Melayu Kalbar sedap dipandang dari jauh, apalagi dari dekat. MelayuOnline.com, ditemani oleh Bapak H. Abang Imien Thaha dan tokoh-tokoh Melayu Kalbar, sempat melihat-lihat ke seluruh ruang Rumah Melayu itu. Seluruh bahan-bahan bangunannya sangat bagus. Di bagian tengah (aula), lantainya berkilau, temboknya kokoh, ukir-ukirannya indah, atapnya menjulang tinggi, dan lampu-lampunya siap menyorot ke setiap sudut. Secara keseluruhan, desain Rumah Melayu ini menunjukkan seni bina Melayu dengan citarasa seni yang tinggi.

rumah pontianak

Dalam penjelasan singkatnya, Bapak H. Abang Imien Thaha mengatakan bahwa Rumah Melayu Kalbar ini direncanakan sebagai pusat budaya Melayu Kalimantan Barat. Antara harapan dan kondisi fisik Rumah Melayu nampaknya berbanding lurus. Harapan masyarakat Melayu Kalbar untuk melestarikan dan mengembangkan budaya Melayu begitu besar, dan bangunan fisik Rumah Melayu sebagai pusat seluruh kegiatan kemelayuan memadai untuk mewujudkan harapan tersebut.     

Melihat wujud fisiknya saja, dapat ditebak bahwa Rumah Melayu itu tidak sekedar sebagai simbol pemenuhan kepuasan batin masyarakat Melayu Kalbar. Tetapi ada agenda besar di balik pembangunannya. Seperti diungkapkan oleh salah satu tokoh Melayu Kalbar kepada  MelayuOnline.com bahwa negara-negara yang berbudaya Melayu saat ini sedang giat berusaha menjadi pusat sejarah dan budaya Melayu di dunia. Untuk itu, kita semua seolah sedang berkompetisi membangun sarana dan prasarana untuk memfasilitasi kegiatan kebudayaan, sehingga dapat juga menjadi pusat kegiatan Melayu.

Oleh sebab itu, Rumah Melayu dibuat begitu megah supaya dapat mendukung azam positif tersebut. Tentu, rumah ini juga layak dijadikan tujuan wisata budaya, baik bagi masyarakat lokal maupun mancanegara. Setiap tahun, di sini diselenggarakan festival seni dan budaya se-Kalimantan Barat. Hanya saja, agaknya agenda festival itu saja belum bisa menarik wisatawan dalam jumlah besar. Perlu didukung kelengkapan sarana dan prasarana dan juga publikasi dan promosi sehingga Rumah Melayu ini bisa menjadi tujuan wisata yang menarik dan ‘wajib‘ dikunjungi.

Kita semua berharap, semoga kemegahan Rumah Melayu sebanding dengan manfaat yang didapatkan oleh masyarakat Melayu Kalbar. Masing-masing dari MABM dan MelayuOnline.com telah berkomitmen untuk saling membantu dan mendukung, sehingga proses merealisasikan program-program keduanya menjadi kewajiban bersama. Komunikasi dan kerjasama akan terus kita jaga demi tercapainya cita-cita kolektif masyarakat Melayu, yaitu mencapai kegemilangan peradaban Melayu.

rumah pontianak

Saat matahari mulai condong ke barat, MelayuOnline.com memohon diri kepada segenap tokoh Melayu untuk melanjutkan perjalanan ke beberapa lokasi bersejarah di Kalimantan Barat, terutama istana-istana dan masjid-masjid bersejarah. Bersambung (RI/brt/5/02-08)


Dibaca : 4.958 kali.

Tuliskan komentar Anda !