Tuesday, 9 June 2026 |Tuesday, 23 Dzulhijah 1447 H
Visiteurs en ligne : 129
aujourd hui
:
7.503
Hier
:
24.704
La semaine dernière,
:
227.151
Le mois dernier
:
9.252.016
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
21 november 2009 06:13
Disbudpar Riau Perhatikan Penyelamatan Naskah Melayu
Pekanbaru, Riau - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Riau berupaya menyelamatkan kembali keberadaan naskah Melayu yang ada di daerah itu dengan menaja (menyelenggarakan) workshop penyelamatan naskah Melayu.
"Workshop akan dilaksanakan selama lima hari di Pekanbaru (Riau) dan Penyengat (Kepulauan Riau)," ujar Kepala Bidang Pengembangan Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Riau Suryani Bibra di Pekanbaru, Kamis (19/11).
“Kegiatan yang dimulai pada 20-24 November itu merupakan upaya penyelamatan naskah Melayu,” katanya.
Ia mengatakan, kegiatan yang bertajuk "Workshop Arab Melayu dan Filologi" tersebut akan diikuti guru-guru dan mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia perguruan tinggi di Riau.
Kegiatan tersebut akan dilaksanakan serentak di dua provinsi, yakni Riau dan Kepulauan Riau. Untuk Provinsi Kepulauan Riau, workshop akan dilaksanakandi Balai Maklumat dan Balai Adat, Pulau Penyengat.
Menurut Suryani, seminar dan workshop diikuti sebanyak 100 peserta yang terdiri atas guru utusan kabupaten/kota di Riau dan mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Pekanbaru.
Peserta diprioritaskan yang memiliki latar belakang pengajaran Arab Melayu atau yang berhubungan dengan pengkajian filologi (ilmu tentang bahasa dan kebudayaan).
"Kita berharap dari 100 peserta yang mengikuti kegiatan ini, 25 persendi antaranya menjadi filolog, dan 100 persenpeserta bisa menjadi pengumpul atau pelestarian naskah-naskah kuno di daerahnya masing-masing," kata Ketua PanitiaYoserizal Zen.
Ia mengatakan, kegiatan ini salah satu upaya penyelamatan naskah-naskah Melayu yang tersebar di kampung-kampung di tanah Riau dari tangan "mafia" koleksi.
Peserta workshop ini nantinya akan menerima bekal pengetahuan tentang pernaskahan oleh panelis dari Jakarta, yaitu Prof Dr Titik Pujiastuti (Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia), Dr Oman Faturrahman (Ketua MANASSA Pusat) dan Dr Nindya Nugraha (Perpustakaan Nasional Republik Indonesia), dan narasumber dari Riau yakni Al Azhar, Drs Elmustian Rahman, MA, Dr Ellya Roza, dan Dr Junaidi.
Menurut Yoserizal Zen yang juga Ketua II Dewan Kesenian Riau ini, khusus filologi, peserta nantinya akan mendalami kajian khusus tentang kodikologi yang merupakan ilmu yang mempelajari kandungan atau semua aspek naskah yang meliputi bahan, umur, tempat penulisan, dan perkiraan penulisan naskah.
Selain itu, peserta juga akan dilatih tentang Arab Melayu dan filologi serta penyelamatan naskah oleh beberapa instruktur yang berpengalaman di bidangnya.