Saturday, 4 July 2026   |   Saturday, 18 Muharam 1448 H
Visiteurs en ligne : 1.754
aujourd hui : 29.930
Hier : 34.437
La semaine dernière, : 251.743
Le mois dernier : 7.211.288
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

23 januari 2010 05:30

MelayuOnline, Media Pemersatu Melayu Sedunia

Workshop Diaspora Melayu BKPBM Sesi Terakhir
MelayuOnline, Media Pemersatu Melayu Sedunia
Yogyakarta, MelayuOnline – Sesi terakhir Workshop Diaspora Melayu yang dihelat Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) menampilkan dua pembicara, yakni Dr. HJ. Mohd Sharifudin Yusop dari Universiti Putra Malaysia (UPM) dan Mahyudin Al Mudra SH, MM, Pendiri/Pemangku BKPBM sekaligus Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi www.MelayuOnline.com. Dr. Aris Arif Mundayat, Direktur Pusat Studi Sosial Asia Tenggara Universitas Gadjah Mada (PSSAT-UGM) bertindak selaku moderator. Workshop internasional yang berlangsung di Balai Melayu/BKPBM, Jalan Gambiran, No. 85 A, Yogyakarta, ini melibatkan para pakar kemelayuan dari tiga negara serumpun, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Selama dua hari berturut-turut, masing-masing pembicara memaparkan kertas kerja dan berdiskusi mengenai diaspora Melayu.

Sebagai pemakalah pertama pada sesi terakhir Workshop Diaspora Melayu adalah Dr. HJ. Mohd Sharifudin Yusop dengan kertas kerjanya yang berjudul “Tak Hilangkah Suku Melayu dari Dunia? Menjejak Kesan Bangsa dan Bahasa Melayu di Cape Town”. Melalui karya tulis ilmiah yang merupakan hasil kunjungan ke Cape Town itu, Dr. Sharifudin menerangkan tentang diaspora orang-orang Melayu ke Afrika Selatan. Meski sulit memastikan waktu yang tepat kapan dan siapa orang Melayu yang pertama tiba di benua Afrika, dikarenakan belum ditemukan bukti kuat yang dapat dijadikan rujukan, baik yang berupa artefak, prasasti, ataupun dokumen tertulis, namun kebanyakan sejarawan sepakat bahwa kehadiran orang Melayu pertama di Cape Town adalah di akhir abad ke-17 atau awal abad ke-18. “Kenyataan ini diasaskan kepada tempoh kewujudan perkampungan dikenali sebagai Malay Quarter,” ungkap Dr. Sharifudin dalam bahasa Melayu Malaysia.


Dr. Sharifudin menambahkan, orang-orang Melayu yang pertama datang ke Cape Town itu diperkirakan berasal dari Jawa khususnya keturunan Betawi, Bali, dan Semenanjung Tanah Melayu. “Sebahagian mereka bekerja sebagai pelaut, manakala sebahagian lagi terdiri daripada pekerja di ladang-ladang kepunyaan Syarikat Hindia Timur Belanda (VOC),” terang Dr. Sharifudin. Bukti dari fakta tersebut, lanjut Pengajar Bahasa dan Linguistik Melayu pada Fakulti Bahasa Moden dan Komunikasi UPM ini, adalah keberadaan Museum Bo-Kaap yang terletak di perkampungan Malay Quarter. “Bo-Kaap yang terletak di tengah-tengah bandaraya tersebut amat signifikan menggambarkan kehadiran etnik Melayu,” tandas Dr. Sharifudin.

MelayuOnline Menyatukan Diasporan Melayu Sedunia

Pemangku BKPBM, Mahyudin Al Mudra, SH, MM, tampil sebagai pemateri kedua dengan menggelar papernya dengan judul “MelayuOnline.com Mempersatukan Diasporian Melayu Sedunia”. Dalam paparannya, Mahyudin Al Mudra lebih menyoroti bagaimana peran www.MelayuOnline.com yang dipimpinnya dalam upaya mempersatukan puak-puak Melayu yang ada di seluruh penjuru bumi, termasuk yang terdapat di Afrika Selatan dan Madagaskar. Mahyudin Al Mudra memastikan bahwa hingga saat ini, www.MelayuOnline.com masih menjadi pangkalan data tentang Melayu dan kemelayuan yang terbesar dan terlengkap di dunia digital. Oleh karena itulah, lanjutnya, keberadaan www.MelayuOnline.com dirasa masih sangat dibutuhkan sebagai sumber informasi bagi segenap insan Melayu, bahkan kaum diasporian Melayu, karena www.MelayuOnline.com dapat dengan mudah diakses dari seluruh penjuru dunia. Posisi dan daya tawar www.MelayuOnline.com yang sangat vital bagi pelestarian dan pendokumentasian segala kajian tentang Melayu ternyata juga diamini oleh forum ketika Mahyudin Al Mudra mempertanyakan hal ini.

Untuk itu, selaku penggagas sekaligus pemimpin www.MelayuOnline.com yang ditubuhkan sejak tanggal 20 Januari 2007, Mahyudin Al Mudra mengharapkan komitmen dari berbagai pihak untuk turut mengawal dan menjaga keberlangsungan hidup portal kemelayuan terlengkap sedunia itu. Hasilnya, seluruh peserta workshop yang ternyata juga sangat membutuhkan kehadiran www.MelayuOnline.com bersepakat untuk bersama-sama dan bahu-membahu menopang eksistensi pangkalan data Melayu yang berada di bawah naungan BKPM tersebut. Bahkan, sebagai bentuk tindak-lanjut, akan dijalin perhubungan dan kerja sama yang lebih intensif antara BKPBM dengan sejumlah instansi terkait, termasuk Universiti Sains Malaysia (USM), Universiti Putra Malaysia (UPM), Universiti Brunei Darussalam (UBD), Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Riau (UNRI), dan Kesultanan Matan (Ketapang, Kalimantan Barat), serta sejumlah lembaga lainnya yang berkomitmen dalam bidang pelestarian kebudayaan Melayu.

Selain itu, Workshop Diaspora Melayu yang baru pertama kali diadakan ini juga menghasilkan beberapa rumusan kesepakatan. Pertama, dibentuk Board of Editors sebagai tim editor tulisan yang akan dimuat di www.MelayuOnline.com ataupun karya tulis yang akan dibukukan. Kedua, www.MelayuOnline.com mendapat kehormatan karena Prof. Dr. Awang Hasmadi Awang Mois dari Universitas Brunei Darussalam bersedia menjadi konsultan BKPBM dengan misi untuk memperkenalkan BKPBM dan portal-portal yang bernaung di bawahnya kepada masyarakat di Brunei Darussalam.

Ketiga, melanjutkan agenda workshop serupa secara berkala dan berkesinambungan yang dilaksanakan setiap tahun. Rencananya, workshop kedua akan diadakan pada bulan November 2010 di Universitas Sains Malaysia, dengan fokus tema: Diaspora Melayu yang meliputi Sumatra, Malaysia, dan Kalimantan. Ketiga, semua kertas kerja yang ditulis dan dipaparkan selama Workshop Diaspora Melayu akan dirangkai menjadi buku dwibahasa, yakni bahasa Indonesia/Melayu dan bahasa Inggris. Buku ini akan diluncurkan pada Workshop Diaspora Melayu ke-2 yang diagendakan akan digelar pada bulan November 2010 di USM.

Workshop Diaspora Melayu untuk kali pertama ini digelar sebagai rangkaian peringatan Milad ke-3 www.MelayuOnline.com. Tokoh-tokoh akademis dan kebudayaan Melayu yang hadir dalam perhelatan ini di antaranya adalah Mahyudin Al Mudra, SH, MM (BKPBM), Dr. Aris Arif Mundayat (PSSAT-UGM), Prof. Heddy Shri Ahimsa Putra (UGM), Ir. Gusti Kamboja, MH (Sultan/Pemangku Adat Kesultanan Matan sekaligus Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat), Prof. H. Suwardi MS (UNRI), Prof. Dr. Muhammad Haji Salleh (USM, Malaysia), Dr. Mohd. Sharifudin Yusop dan Hj. Halimah Hassan, MA (UPM, Malaysia), Prof. Dr. Awang Moeis (UBD, Brunei Darussalam), Ir. Said Fadillah, M.Si (Ikatan Keluarga Kepulauan Riau), dan sejumlah tokoh lainnya.

(Iswara NR/04/01-2010)


Read : 3.054 time(s).

Write your comment !