Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
31 agustus 2007 05:28
350 Tokoh Tandatangani Ikrar Bersama
Sangatta- Sekitar 350 tokoh masyarakat, agama, adat dan tokoh pemuda Kutai Timur (Kutim) sepakat untuk senantiasa menjaga situasi kondusif di seluruh wilayah Kutim. Kesepakatan itu dicetuskan dalam acara silatuhrahmi antara tokoh masyarakat, agama, adat dan pemuda dengan Muspida Kutim, di Aula SMUN I Sangatta, Rabu (29/8). Hadir dalam pertemuan tersebut, seluruh unsur Muspida Kutim, Kapolres AKBP Drs Unggul Sedyantoro, Dandim 0909 Letkol Inf Murlim Mariadi, Kajari Miyanto SH, Kepala PN M Legowo, Danlantamal Sangatta, Ketua DPRD Mujiono, Asisten II Ismunandar, seluruh Kapolsek beserta utusan dari masing-masing golongan.
Pertemuan yang digagas Polres Kutim ini sukses menghasilkan empat kesepakatan. Meski demikian, sesi dialog yang digelar sebelum penandatanganan ikrar berjalan cukup alot. Persoalan yang banyak mendapat sorotan dari peserta yakni potensi konflik di Taman Nasional Kutai (TNK), keluhan perwakilan dari kecamatan soal hilangnya lapangan kerja mereka, terkait penegakan illegal logging, masalah pendidikan dan kekhawatiran isu penutupan PT Kaltim Prima Coal (KPC).
"TNK harus mendapat penanganan serius, kami khawatir karena terjadi penyerobotan lahan warga yang sudah lama bermukin di TNK, oleh warga pendatang baru," ujar Kades Sangkima, Sangatta Selatan, Said Ramadhon. Dalam sambutannya Unggul memang mengakui secara sosiologis masyarakat Kutim sangat heterogen. Dan fakta ini menurutnya jika tidak dikelola dengan baik sangat rentan terhadap munculnya konflik.
"Kemajemukan masyarakat memang dapat berpotensi konflik. Arus budaya global membawa nilai-nilai dan budaya asing dapat melahirkan sikap pro dan kontra antar masyarakat. Untuk itu dibutuhkan komitmen kuat dari semua pihak untuk menjaga Kutim tetap kondusif," katanya.
Acara ini menurut Unggul digelar sebagai langkah preventif untuk mengeliminir terjadinya konflik, sebab dampak yang timbul mengakibatkan derita, kerugian harta benda pun jiwa yang sangat besar. "Dampak konflik bisa sangat luas, penyelesaiannya pun bisa berkepanjangan, melibatkan banyak pihak, serta penegakan hukumnya menjadi sangat sulit," ungkapnya. Sementara itu, Dandim Letkol Inf Murlim Mariadi mengaku menyambut baik acara yang digelar Polres itu.
Menurutnya pertemuan akbar yang melibatkan hampir seluruh unsur masyarakat itu sangat positif. "Saya menyambut baik acara ini. Sangat langka kita bisa berkumpul seperti begini.
Ini momentum yang baik untuk membangun kebersamaan," ujarnya.
Sumber : www.tribunkaltim.com Kredit foto : www.tempointeraktif.com