Saturday, 9 May 2026 |Saturday, 22 Dzulqaidah 1447 H
Visiteurs en ligne : 987
aujourd hui
:
17.292
Hier
:
31.987
La semaine dernière,
:
209.627
Le mois dernier
:
15.288.374
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
11 desember 2010 03:55
Pangeran Khairul Saleh Lakukan Ritual Badudus
Banjar, Melayuonline.com - Ritual Badudus dihelat pada hari Jum’at (10/12) di Mahligai Sultan Adam, Jalan Jenderal A. Yani No. I, Martapura sekaligus rangkaian dari upacara penobatan Pangeran Khairul Saleh sebagai Raja Muda Kesultanan Banjar. Penobatan akan diselenggarakan pada hari Minggu (12/12). Pada kesempatan ini, ritual Badudus dihelat dalam rangka penerimaan status (gelar) kepada Raja Muda Banjar, Pangeran Khairul Saleh. Selain Pangeran Khairul Saleh, Ritual Badudus juga dilakukan kepada para kerabat Kesultanan Banjar. Selain sebagai penerimaan gelar, ritual Badudus juga bisa dilakukan untuk peralihan status gadis yang menikah (pengantin). dan Badudus tian mandaring (hamil pertama).
“Ritual Badudus bertujuan untuk membentengi diri dari berbagai masalah kejiwaan, yaitu gangguan yang datang dari luar dan dari dalam diri manusia,” jelas tokoh budaya Banjar, H. Adjim Arijadi. Adat budaya ini disebut juga sebagai “mandi-mandi” atau “bapapai” yang didasari atas “kebersihan lahir dan batin”.
Ritual Badudus Pangeran Khairul Saleh dimulai dengan doa selamat yang dipimpin oleh KH. Anang Jazaouly Seman. Selepas doa, hadirin yang mengikuti prosesi awal pada Ritual Badudus ini dipersilakan menyantap penganan khas Banjar, antara lain wajik dan bubur merah-putih. Acara selanjutnya pemasangan Mahkota Gajah Gamuling oleh KH. Anang Jazaouly Seman kepada Pangeran Khairul Saleh. Acara yang meriah ini dihadiri oleh masyarakat Kabupaten Banjar, dan undangan dari dalam dan luar negeri. Tampak hadir dalam acara ini, antara lain Dick Esyma, kerabat Kesultanan Banjar yang kini bermukim di Belanda serta Ketua Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) Mahyudin Al Mudra SH.,MM yang juga bergelar Datuk Cendekia Hikmatullah dari Kesultanan Serdang dan YM. Sri Setia Amantubillah–Dato Sri Astana dari Kesultanan Mempawah.
Usai acara doa selamat, Pangeran Khairul Saleh dan kerabat Kesultanan Banjar menuju tempat Badudus. Tempat Badudus merupakan tempat upacara yang berbentuk segi empat dengan diapit oleh empat tiang (sudut) yang dihiasi pohon tebu beratap kain berwarna kuning. Di tempat ini telah disediakan perlengkapan Badudus yang disebut piduduk dan sasangan. Perlengkapan yang termasuk ke dalam piduduk dan sasangan, yaitu: beras putih bersih (melambangkan citra rizki yang halal), lading (pisau) yang tajam dan berhulu padat (melambangkan citra yang wibawa, kharismatik, dan berpegang pada keyakinan yang teguh), nyiur dan gula habang (melambangkan lemak manis, bahasa, dan tata laku persaudaraan), telur ayam kampung (melambangkan harapan kekuatan generasi), serta jarum dan benang (melambangkan kesediaan untuk menelusuri masa depan).
Prosesi Ritual Badudus terdiri dari prosesi melulur, keramas, kemudian dikubui atau diguyur air bunga, diguyur air doa, diguyur air mayang mengurai, ditepuk mayang bungkus (disiramkan ke atas kepala), dan terakhir dibilas air bersih. Prosesi menyiram ini dimulai oleh ibunda Pangeran Khairul Saleh, kemudian dilanjutkan oleh KH. Anang Jazaouly Seman, dan para kerabat Kesultanan Banjar, antara lain: Gusti Nurdin dan Gusti Muhammad Thamrin, serta perwakilan dari Lembaga Adat Kekerabatan Kebudayaan Banjar, H. Suriansyah Iddeham.
Selepas prosesi mandi, Pangeran Khairul Saleh kemudian melakukan penyilihan pakaian atau berganti pakaian oleh kerabat Bubuhan. Ritual serupa dilakukan pula kepada para kerabat Kesultanan Banjar lainnya. Selanjutnya, rombongan penerima gelar ini menuju ke ruang hidangan (gunung emas dan gunung perak) untuk melakukan ritual Ritual Bacaramin atau bercermin, yaitu melihat wajah dengan diterangi lampu lentera sebanyak 7 putaran sebagai simbol 7 lapis langit. Ritual ini melambangkan kesediaan para pangeran untuk selalu intronspeksi diri.
Selesai Ritual Bacaramin, selanjutnya disambung dengan Ritual Batapung Tawar, yaitu ucapan selamat dari para tokoh yang bermaksud agar Pangeran Khairul Saleh dapat dijauhkan dari segala bencana. Ritual terakhir adalah membuka 41 macam hidangan makanan khas Banjar, antara lain: kue cucur 3 warna, 7 macam ketupat yang balamak, dan apam habang yang kemudian dinikmati bersama. Prosesi inilah yang menandai selesainya Ritual Badudus. (Tunggul Tauladan/ melayuonline.com)