Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
16 desember 2010 02:10
Warga Bengkulu Gelar Ritual Menjara
Bengkulu- Ratusan Keluarga Kerukunan Tabot Bengkulu dari kelompok Imam dan Bangsal bertemu saat menggelar ritual menjara atau saling berkunjung. Pertemuan itu dimaksudkan untuk menguji kemampuan dan keterampilan menabuh musik tradisional khas daerah setempat yakni dol dan tassa pada 6 Muharam 1432 Hijriah.
"Pada 6 Muharam 1432 Hijriah merupakan puncak ritual "menjara" yang melibatkan sekitar 500 orang Keluarga Keturunan Tabot dari seluruh Kota Bengkulu," kata Ketua Kerukunan Tabot (KKT) Bengkulu Syaiful Hidayat, Senin (13/12).
Ia menerangkan, ritual menjara bermakna untuk membangkitkan semangat umat Islam dalam memerangi kejahatan sekaligus mengenang gugurnya cucu Nabi Muhammad SAW bernama Husien di Padang Karbala Irak. "Ritual dimulai pukul 20.00 WIB dengan melakukan doa bersama di rumah tokoh KKT di Kelurahan Pasar Melintang Kota Bengkulu. Sesudah shalat Isya kami dari kelompok Tabot Imam mendatangi Gerga Tuo di Kelurahan Berkas," katanya.
Kemudian rombongan berjalan kaki sambil menabuh alat musik tradisional khas Bengkulu yakni dol dan tassa yang diibaratkan sebagai genderang perang menuju Kelurahan Sumur Meleleh, Malabro dan berhenti beberapa menit di lapangan depan Tugu Thomas Parr untuk melakukan tarian yang sangat dinamis.
Lalu selama menempuh perjalanan sejauh sembilan kilometer mengunjungi kelompok Tabot Bangsal, di Kelurahan Kampung Bali Kota Bengkulu, mereka selalu menabuh musik dol dan tassa dengan irama suweri. "Saat tiba di kelompok Tabot Bangsal maka kami saling menguji kemampuan menabuh musik dol dan tassa dengan irama tamatam yang berirama riang serta diiringi tarian," katanya.
Saat ritual tersebut masing-masing kelompok tabot membawa jari-jari yang terbuat dari bambu dan sebagai simbol pemberitahuan bahwa bagian tubuh cucu Nabi Muhamad SAW yang bernama Husien dan gugur di Padangkarbala sudah mereka temukan. Setelah saling menguji kemampuan musik dol maka kelompok tabot tersebut melanjutkan perjalanan berkeliling Kota Bengkulu yang diibaratkan sebagai upaya menambah pasukan sehingga bisa memenangkan peperangan melawan kaum Yazid di Karbala Irak.
Perjalanan tersebut pada masa kini bermakna sebagai upaya mengajak umat Islam untuk selalu berbuat kebaikan dan menjauhi perbuatan jahat atau dosa.Ritual menjara merupakan bagian dari upacara tabot yang dilaksanakan setiap tahun pada 1-10 Muharam oleh Keluarga Keturunan Tabot. Upacara tabot dilaksanakan secara turun temurun oleh masyarakat Bengkulu untuk menyambut Tahun Baru Hijriah dan memperingati gugurnya cucu Nabi Muhammad SAW bernama Husien di Padang Karbala Irak.
Tabot yang berarti peti mati adalah lambang peti yang berisi jenazah Husien yang diarak masyarakat Bengkulu pada hari ke sepuluh menuju pemakaman Kara Bela yang mencerminkan kawasan Karbala di Irak.