Saturday, 23 May 2026   |   Saturday, 6 Dzulhijah 1447 H
Visiteurs en ligne : 0
aujourd hui : 6.246
Hier : 30.549
La semaine dernière, : 221.971
Le mois dernier : 15.288.374
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

24 maret 2011 08:17

Jaga Identitas Budaya lewat Anak-anak

Jaga Identitas Budaya lewat Anak-anak

Jakarta - Budaya asli Indonesia dikenal sangat kaya dan penuh nilai-nilai moral, termasuk dari permainan tradisional yang sangat dekat dengan dunia anak-anak. Jika tak bijaksana, kemajuan teknologi berpotensi mematikan identitas budaya tersebut.

Penghargaan terhadapnya membuat Komunitas 1001 Buku mengangkat tema "Indonesia Bermain Kembali" dalam Olimpiade Taman Bacaan Anak 2011, Minggu (20/3/2011).

Ketua Panitia Olimpiade, Wira, mengatakan bahwa panitia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan wawasan kebangsaan tentang kebudayaan dan kesenian kepada anak-anak melalui cerita tradisional daerah dan permainan tradisional.

"Biar kita bisa mencintai kembali budaya Indonesia. Ini kan identitas kita dan harus dimulainya dari anak-anak agar mereka nanti bisa melestarikan kembali," katanya di Bumi Perkemahan Ragunan, Minggu siang.

Acara ini diikuti oleh ratusan anak dari 450 taman bacaan di wilayah Jabodetabek dan Bandung yang ada di bawah asuhan Komunitas 1001 Buku. Meskipun tak banyak kegiatan yang berinteraksi dengan buku secara langsung, Wira mengatakan bahwa basis setiap kegiatan ujung-ujungnya kembali pada dunia bacaan.

Wira mencontohkan lomba kreativitas kostum tradisional. Menurutnya, kreativitas para pesertanya merupakan buah pengetahuan yang diperoleh dari buku. Begitu pula lomba dongeng online, dari bukulah anak-anak belajar tentang dongeng-dongeng tradisional yang ada di Indonesia. "Jadi tetap ada kaitannya dengan buku. Ini semacam trigger supaya anak-anak aktif baca buku," tambahnya.

Suasana Bumi Perkemahan Ragunan siang ini tampak riuh dengan anak-anak usia sekolah dasar yang tampak bersemangat. Sebagian mereka mengikuti ajang kreativitas menghias nyiru, alat untuk menampi beras, mengenai harapan mereka tentang taman bacaan buku masing-masing.

Sementara itu, anak-anak laki-laki tampak asyik di lapak Komunitas Gasing Indonesia. Di sini mereka bisa menyaksikan para pengoleksi gasing memainkan gasing berbagai bentuk dan ukuran dari seluruh pelosok Indonesia. Tak hanya menyaksikan, mereka juga diberi kesempatan untuk memainkannya sendiri.

Sumber: http://edukasi.kompas.com


Read : 2.464 time(s).

Write your comment !