Tuesday, 16 June 2026 |Tuesday, 30 Dzulhijah 1447 H
Visiteurs en ligne : 1.256
aujourd hui
:
17.221
Hier
:
17.248
La semaine dernière,
:
184.896
Le mois dernier
:
9.252.016
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
04 sepember 2007 07:36
Memburu Makanan `Pinggiran` Khas Kota Makassar
Songkolo Bagadang, Ingatkan Kerinduan Kota Ini
Makassar- Menu satu ini memang bukanlah menu kelas tinggi yang kerap diburu para penjajal makanan atau tamu mancanegara kota ini. Tapi, aroma lokalnya yang kental tentu memberi kerinduan bagi pembeli. Selain Coto Makassar, Songkolo Bagadang adalah simbol kota ini.
Tak dapat dipungkiri, sekarang menemukan menu Internasional lebih mudah dibandingkan menu khas Makassar. Namun, beberapa "warung rakyat" tetap bertahan dan menyajikan makanan khas Makassar, salah satunya warung milik H Hasniah di daerah Antang tampil dengan Songkolo` Bagadang.
Bagi kalangan "Pasompe" (perantau) makanan ini merupakan santapan yang patut dicoba. Ia adalah simbol kerinduan kota ini. Harganya yang murah dan kemasannya yang sederhana bisa dijangkau siapa saja.
"Di sini pak, bukan cuma anak lorong yang biasa beli, tapi banyak pula kalangan bermobil terutama saat larut malam. Katanya, dia sedang lembur di kantornya," kata Hasniah saat Fajar bertandang ke warungnnya kemarin.
Hasniah menceritakan, ia berjualan Songkolo Bagadang sejak tahun 1990. Ibu tiga anak ini tak menyangka dagangannya bakal laris dan tetap bertahan hingga kini.
Dari hasil songkolo Begadang itu ia bisa membangun rumah berlantai dua untuk keluarganya dan bersama suami H Said telah menunaikan ibadah haji.
Meski dikemas dalam bentuk yang sederhana, plastik bungkusan atau terkadang daun pisang, namun pembeli tetap saja berdatangan. Hasniah biasa menghabiskan 4 kg beras ketan dan jika Ramadan tiba bisa habis sampai 6 kg.
Satu porsi dijual dengan harga Rp 1.500, seukuran 1 ons. Untuk pelanggan yang ingin membawa pulang ke rumah, Songkolo` terlebih dahulu dinaikkan ke dalam timbangan, demi menjaga akurasi dan kepercayaan pembeli.
Bagi warga Antang, warung yang terletak di lorong samping Masjid Pannara berukuran sekitar 3x4 meter ini sudah tak asing lagi. Rumah Hasniah yang selalu gaduh hingga pagi dini hari karena pembeli berdatangan, menjadi perhatian tersendiri bagi warga sekitarnya.
Beberapa nama `beken` yang pernah mampir di tempat ini di antaranya Dr Andi Alfian Mallarangeng (Juru Bicara Presiden), Dr Hamid Awaludin (mantan Menteri Hukum dan HAM) dan tentu saja beberapa pejabat di kota Makassar.
Apa yang khas? Songkolo` milik H Hasniah ini terkenal pedas, terutama sambalnya. Salah satu jenis sambal khas adalah "cobe-cobe goreng".
Sambal ini dibuat dari potongan cabai, tomat dan bawang lalu dicampur dengan minyak, kata orang bisa membuat mata yang mengantuk jadi melek! Itulah kiasan yang menggambarkan betapa pedas makanan khas racikan H Hasniah ini.
Sumber : www.fajar.co.id Kredit foto : fistohista.blogsome.com