Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
12 agustus 2011 07:31
Tabuh Karangasem Tampil di Istana
Amlapura, Bali - Seni tabuh dan tari Bali dari Kabupaten Karangasem mendapat kesempatan pentas di Istana negara Presiden, Jakarta pada acara resepsi kenegaraan peringatan HUT ke-66 KemerdekaanRI.
"Pada acara resepsi itu dihadiri sekitar600 undangan VIV," kata penata seni tabuh Tarian Puspa Hredaya, I Gusti Ketut Padang, Rabu.
Seniman asalDesa Padangkerta, Kabupaten Karangasem itu mengaku seni tabuh besarta tariannya itu akan ditampilkan selama 1,5 jam di Istana Presiden. Tim kesenian Bali asal Kabupaten Karangasem itu beranggotakan 40 seniman tabuh dantari akan berangkat hari Selasa (16/8).
Tabuh dan tarian Puspa Hredaya diminta tampil di Jakarta, kata Ketut Padang berawal dari kunjunganPresiden SBY ke Karangasem meresmikan Brodstock udang di Desa Bugbug. "Pak presidenmerasa tertarik dengan tarian pembuka yang ditampilkan saat itu," jelasnya.
Setelah tertarik, kata dia tim kesenian istana yakni Kepala Biro Pengelolaan Istana Adek Wahyuni didampingi Kabag Seni dan Budaya Sekretariat Kepresidenan (Setpres) Hayati melakukan survei seni ke Karangasem.
Kata Padang, setelah survei itu akhirnya diputuskan dua seniman andalan Karangasem yakni Ni Made Kinter, S.Pd, selaku pembina dan pencipta tariserta I Gusti Ngurah Padang, selaku penata tabuh diberangkatkan ke Jakarta.
Sedangkan khususpenari, jelas Padang terpilih dua orang mahasiswa, I Kadek Dodi Santika dan I Kadek Dedy Suhardiman Wahyudi.
Satu orang karyawan yakniMade Dharma Putra Yogantara, satu orang pelajar SMA yakni Ni Putu Ani Suanendri dan tiga mahasiswi masing-masing Ni Putu Sri Kandiningsih Okta Adeari, Ni Putu Santi Dewantari dan Luh Gde Pandearsih.
Pencipta tarian Puspa Hredaya, Ni Made Kinter mengatakan profile tari Puspa Hredaya ciptaan Ni Made Kintermulai dikenal sejak tahun 1998 pada saat pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB). "Tarian itu lahir dari penggabungan ide lokal dan aspek estetika gerak tari yang dikemas berbeda," ujarnya.
Kemudian, kata Kinter tarian itu disajikan untuk penghormatan dan penyambutan tamu."Ide dan konsep tari pembuka Puspa Hredaya juga diinspirasi dari keberadaan tari Puspa Wresti baik dari kostum yang menggunakan pengaruh busana Puri Karangasem, tim berpasang-pasangan serta membawa properti," jelasnya.
Menurut Kinter, adopsi lokal genius lain yang dimasukkan kedalam tari Puspa Hredaya adalah gerak tari rejang Jasri Ngosek Buk yang menjadi gayagerakansehingga menampilkan identitas tari baru Puspa Hredaya yang didukung gerak tari dengan pakem tradisi.