Wednesday, 10 June 2026 |Wednesday, 24 Dzulhijah 1447 H
Visiteurs en ligne : 0
aujourd hui
:
5.355
Hier
:
58.870
La semaine dernière,
:
227.151
Le mois dernier
:
9.252.016
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
19 sepember 2011 08:51
Kerjasama Antarbangsa, MABIMS Siarkan Budaya Islam
Jakarta - Menteri Agama Brunai, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) siap menggelar dan menyemarakkan Festival Eksibisi Budaya Islam dan Dialog Seniman Muslim, di Jakarta, pada 20-24 September mendatang.
Demikian dikemukakan Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Nasaruddin Umar, di Jakarta, kemarin. Dia mengatakan, agama dan seni tak dapat dipisah dalam kehidupan, karena berkesenian dapat menembus rasa dan merupakan bahasa universal.
Karena itu, tutur dia, festival dan eksibisi budaya Islam negara anggota MABIMS digelar di Hotel Borobudur Jakarta. "Kegiatan itu dimaksudkan untuk membangun ikatan persaudaraan (ukhuwah) dan siar Islam, walaupun berbeda suku bangsa sekalipun. Ini sebetulnya merupakan salah satu program MABIMS," ucapnya.
Festival dan dialog akan diikuti delegasi masing-masing negara berjumlah 15 orang, terdiri atas dua ofisial, tiga peserta seniman/budayawan muslim, serta sepuluh peserta persembahan seni budaya Islam.
Nasaruddin mengatakan, melaksanakan nilai-nilai agama akan terasa kering jika tak diikuti dengan seni. Seseorang hatinya akan terasa kering jika ia tak memperdulikan seni. Agar hati tak kering, maka perlu dibasahi dengan berkesenian, katanya.
"Kita jangan lihat perbedaan. Kesenian pun tak seragam. Jika seseorang melihat lukisan, tentu beragam warna akan memberi kontribusi agar hasilnya indah," ujarnya menambahkan.
Ia mengatakan, kesenian itu tak melulu terkait dengan nyanyian. Masih banyak, misalnya seni lukis dan lainnya. Ia juga menyebutkan, festival yang akan dibuka Menteri Agama Suryadharma Ali tersebut, merupakan iktikad baik pemerintah untuk mewujudkan dan memperkuat semangat persaudaraan dan mengangkat kedaulatan umat Islam di Asia Tenggara.
Kebetulan sekali peserta dari festival tersebut adalah negara serumpun, yaitu Melayu. Jadi, bicara etnis Melayu tentu terkait erat dengan Islam.