Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
28 sepember 2011 03:52
Tradisi Langka dalam Festival Pasar Terapung 2011
MelayuOnline.com – Sebuah event langka dan unik digelar di sepanjang Sungai Martapura, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Ratusan perahu tradisional yang disebut jukung dan perahu tanglong dengan hiasan indah dan berbagai asesoris serta lampu, juga puluhan kapal wisata memeriahkan Festival Pasar Terapung 2011 yang dihelat oleh Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Banjarmasin. Festival ini berlangsung sejak tanggal 25-28 September 2011.
Perahu-perahu yang turut serta dalam festival ini biasa digunakan oleh para pedagang pasar terapung di Sungai Barito dan Lok Baintan Sungai Martapura yang masih lestari sampai saat ini. Pasar terapung di Banjarmasin adalah satu-satunya pasar terapung di Indonesia dan tertua di dunia. Selain di Indonesia, pasar sejenis dapat ditemukan di Thailand dan Vietnam. Setelah berjalan ratusan tahun lamanya, sejak Sultan Suriansyah mendirikan Kerajaan Banjar di tepi Sungai Kuin dan Barito pada 1526 yang merupakan cikal bakal Kota Banjarmasin, pasar tradisional yang sangat unik ini lama kelamaan menyusut, bahkan nyaris punah.
Pasar terapung Muara Kuin, misalnya, yang dulu sangat ramai, saat ini semakin sepi karena kehadiran jalan-jalan yang semakin baik di Banjarmasin sehingga para pedagang dan pembeli lebih memilih transportasi darat, baik dengan naik sepeda, motor, atau mobil dan bertransaksi di darat. Bisa dibayangkan, perjalanan dari pusat kota Banjarmasin ke pasar terapung dengan menggunakan perahu memakan waktu sekitar 1 jam, sementara dengan angkutan darat hanya 15 menit. Belum lagi, sudah banyak berdiri pasar induk yang menyediakan barang-barang keperluan masyarakat lebih lengkap. Sebagai upaya untuk mempertahankan dan menjaga sisa-sisa kebesaran pasar unik inilah Festival Pasar Terapung digelar, selain juga untuk mengangkat dunia pariwisata Banjarmasin khususnya dan Kalsel pada umumnya.
Selama 4 hari, di sepanjang Sungai Martapura, Banjarmasin, benar-benar menampakkan kebesaran masa lalu dengan tampilan berbagai atraksi budaya dan beragam keunikan tradisi pasar terapung, seperti parade jukung hias, lomba balap perahu, sajian kuliner Kalimantan, pameran kerajinan Suku Melayu Banjar, lomba foto Kampung Melayu Banjar tempo doeloe, belanja sayur-mayur dengan sistem barter, serta tari-tarian khas Melayu Banjar dan Dayak Meratus. Di waktu malam, eksotisme sungai yang juga dimeriahkan ratusan perahu tanglong dengan berbagai hiasan dan kapal-kapal lampion serta aneka suguhan kuliner khas kota seribu sungai ini sangat menarik untuk disaksikan. Pemandangan dan pengalaman yang sulit didapatkan di tempat lain inilah yang mampu menyedot perhatian ribuan wisatawan, baik lokal, luar daerah, maupun mancanegara.