Tuesday, 4 August 2026   |   Tuesday, 19 Shafar 1448 H
Visiteurs en ligne : 386
aujourd hui : 14.984
Hier : 31.067
La semaine dernière, : 203.350
Le mois dernier : 11.454.048
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

11 oktober 2011 06:30

Festival Jepen 2011, Bangun Citra Wisata Berau

Festival Jepen 2011, Bangun Citra Wisata Berau

MelayuOnline – Gerakan ritmis para penari di atas panggung mengikuti irama musik benar-benar membius penonton yang memadati Gedung Olahraga Pemuda di Jalan Mangga 1, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim). Selama dua hari berturut-turut, Sabtu dan Minggu (8-9/10), nuansa Melayu mengguyur Berau sebagai tuan rumah Festival Jepen 2011, sebuah festival tari Melayu tingkat internasional yang digagas oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) Republik Indonesia dan dilaksanakan oleh Pemkab Berau.

Tari Jepen, yang di Sumatra dikenal dengan nama Zapin, adalah tarian yang dibawa oleh para pedagang dan penyebar Islam dari Handramaut, Yaman (Arab Selatan), pada abad ke-13 Masehi yang kemudian berkembang di lingkungan masyarakat Melayu terutama di pesisir Borneo, bagian Barat Sumatra, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Festival Jepen merupakan upaya pelestarian tarian yang sudah dianggap tari khas Melayu tersebut. Perhelatan ini merupakan yang ketiga kalinya. Sebelumnya, festival ini sudah diadakan di Tarakan, Kaltim, pada tahun 2009 dan 2010. Selain Indonesia, festival ini awalnya juga diikuti oleh grup Jepen dari Malaysia dan Brunei Darussalam. Sayang, dua negara jiran tersebut membatalkan keikutsertaannya karena ada event yang sama di negerinya. Sedangkan dari Indonesia, sedianya akan menyertakan para penari dari Kalimantan dan Sumatra, akan tetapi peserta dari Sumatra juga urung mengikuti acara ini karena alasan dana. Akhirnya, festival ini berjalan dengan hanya menampilkan peserta dari Kalimantan saja.

Sekalipun perhelatan internasional ini hanya diikuti para seniman tari lokal dari Kalimantan, akan tetapi kemeriahan yang disuguhkan tetap menjadi daya tarik luar biasa bagi masyarakat setempat dan wisatawan mancanegara. Sebanyak 13 kontestan yang rata-rata berasal dari sanggar seni tari di Kalimantan berlaga unjuk kebolehan menyuguhkan gerak Tari Jepen dengan ciri khas daerahnya masing-masing. Sebanyak 13 sanggar tari yang beradu atraksi tersebut antara lain 7 sanggar tari dari Kabupaten Berau, 3 dari Kabupaten Bulungan, 2 dari Kota Tarakan, dan 1 dari Kota Samarinda. Setiap tim terdiri dari 18 personel, termasuk penari dan pemain musik.

Kegiatan ini dianggap sangat penting bagi Kabupaten Berau untuk mengangkat kembali Tari Jepen serta menumbuhkan kecintaan dan kesadaran masyarakat terhadap budayanya sendiri di tengah serbuan budaya asing. Di samping itu, festival ini juga bertujuan mempromosikan dan memperkenalkan Kabupaten Berau dengan berbagai kekayaan alam dan budayanya. Jika tujuan penyelenggaraan Festival Jepen yang pertama dan kedua adalah untuk pencitraan pariwisata daerah, maka untuk yang ketiga kalinya ini tujuannya adalah mempromosikan Berau sebagai destinasi wisata.

Selama ini, yang dikenal dari Berau adalah sebagai lokasi diving ternama, yaitu Derawan. Padahal, banyak tempat wisata menawan yang dimiliki daerah ini, di antaranya Pulau Kakaban, Pulau Sangalaki, dan hutan mangrove seluas 60 ribu hektar yang menjadi habitat alami bagi orangutan. Belum lagi pemandangan unik di laut Berau yang banyak dihuni penyu terbesar di Asia Tenggara. Selain itu, tentu saja berbagai produk budaya, yang salah satunya adalah Tari Jepen. (Agus Najib/Brt/02/11-2011)

Foto: http://kaltim.tribunnews.com


Read : 1.792 time(s).

Write your comment !