Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
26 sepember 2007 02:01
Budaya Buton Alami Pergeseran
Tari Kalegoa
Baubau- Budaya Buton sekarang ini seperti halnya nilai-nilai dasar masyarakat Buton yang sudah ditanamkan sejak dahulu, yakni Sara Pataanguna binci-binciki kuli, pomaa-maasiaka, poangka-angkataka dan popia-piara kini sudah mengalami pergeseran.
Demikian dikatakan Ketua Lembaga Adat dan Budaya Masyarakat Buton, H La Ode Muhammad Djafar SH didampingi Sekjen AM Mahufi Madra SH ketika ditemui usai memberikan kuliah umum tentang kebudayaan di hadapan ribuan mahasiswa baru Unidayan Bau-bau berlangsung di Aula Moh Malim, kemarin.
Menurut Djafar, pergeseran nilai-nilai dasar masyarakat Buton tersebut bukan hanya sejak daerah eks Kesultanan Buton terbagi-bagi menjadi beberapa daerah otonom tingkat dua melainkan sejak perubahan zaman dari pemerintahan Belanda dan kerajaan. Kemudian, faktor reformasi yang tidak terarah dan faktor manusia orang Buton yang gampang terbuai dengan kebebasan sehingga berprilaku macam-macam.
Karena itu, dengan adanya kuliah Umum di Unidayan maka diharapkan mahasiswa baru sebagai masukan dengan tujuan agar dengan kesadarannya, mahasiswa jangan mudah terpancing atau terbawah pengaruh-pengaruh yang salah dalam masyarakat. Sehingga, akan menambah tidak baik keadaan budaya Buton. “Saya angkat mengenai perilaku manusia Buton khususnya perilaku politik. Lihat saja bagaimana perilaku tentu kita ditoropong oleh nilai dasar kebudayaan karena tiap-tiap kebudayaan ada nilai dasarnya yang menjadi pandangan hidup masyarakat di Buton Sara Pataanguna yang merupakan pandangan hidup kita dan ini jangan dipandang enteng,” ujarnya
Untuk menghindari terjadi pergeseran budaya Buton tambah Djafar maka harus merubah perilaku dan paham. Kemudian, dicamkan betul tujuan dasar moral dasar kebudayaan Buton yang pada akhirnya berpikir karena kalau demokrasi itu hukum tidak mampu lagi memberikan keadilan karena berkelahi terus kebebasan dengan mencari kebenaran.
Oleh sebab itu, harus diutamakan penoropongan etika dari kebudayaan dan etika kebudayaan ini harus ditanamkan dalam demokrasi. Sehingga menjadi Politik beretika dan demokrasi beretika.
Sumber : www.kendariekspres.com Kredit foto : www.baubau.go.id