Wednesday, 15 July 2026 |Wednesday, 29 Muharam 1448 H
Visiteurs en ligne : 0
aujourd hui
:
7.501
Hier
:
29.446
La semaine dernière,
:
209.046
Le mois dernier
:
7.211.288
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
11 juni 2013 04:07
Ketua BKPBM Terima Gelar Adat dari Kesultanan Dhimak Bintoro
Duli Yang Maha Mulia Sri Sultan Surya Alam Joyokusumo menyematkan emblem gelar adat kepada Datuk Cendekia Himatullah, Datuk Seri Citrawangsa, Pangeran Nata Waskita Mahyudin Al Mudra SH., MM.
Demak, MelayuOnline -- Ketua Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) yang juga merupakan Pemimpin Redaksi portal www.kerajaannusantara.com dan www.melayuonline.com, Datuk Cendekia Himatullah, Datuk Seri Citrawangsa, Pangeran Nata Waskita Mahyudin Al Mudra SH., MM menerima gelar adat dari Kesultanan Dhimak Bintoro. Dalam acara yang dihelat pada (6/6) bertajuk Gelar Budaya Karaton Glagah Wangi ini, Kesultanan Dhimak Bintoro atau Demak Bintoro memberikan gelar “Kanjeng Raden Mas Haryo” kepada Mahyudin Al Mudra SH., MM.
Acara pemberian gelar adat ini dihelat di Bangsal Witono, Karaton Glagah Wangi, Kesultanan Dhimak Bintoro yang berlokasi di Jalan Pangeran Demak No. 100, Kenep, Mangunjiwan, Demak, Jawa Tengah. Perhelatan yang bertepatan dengan Isra Mi’raj, 27 Rajab 1434 H ini dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Letjen TNI (Purn.) Dr. (H.C.) H. Sutiyoso, Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dr. Ir. H. Eko Maulana Ali Suroso, S.AP., M.Si., M.Sc., dan budayawan Ray Sahetapy. Selain itu, hadir pula sejumlah perwakilan dari kerajaan-kesultanan di Nusantara, seperti dari Aceh, Sulawesi, Surakarta, Jawa Barat, Malaysia, dan Brunai Darussalam.
Dalam kesempatan Gelar Budaya Karaton Glagah Wangi tersebut, hadir pula perwakilan dari beberapa yayasan yang peduli terhadap pelestarian kerajaan, kesultanan, dan keraton di Nusantara. Yayasan-yayasan tersebut antara lain: Silaturahmi Nasional Raja dan Sultan Nusantara (Silatnas) yang diwakili oleh KRAT. Mas’ud Thoyib Adiningrat, Lembaga Adat Keraton Majapahit yang diwakili oleh KRAY. Choirunnisa Mas Kumambang, Yayasan Pamanah Rasa Nusantara (Yaparanus) yang diwakili oleh KRAY. Ikke Dewi Sartika, dan Yayasan Raja Sultan Nusantara (Yalasutra) yang diwakili oleh Yang Mulia Sultan Mangun Tua Tumpak Nabolon
Para raja dan sultan hadir dalam perhelatan Gelar Budaya Karaton Glagah Wangi
Gelar “Kanjeng Raden Mas Haryo” diberikan secara langsung oleh Sultan Demak, Duli Yang Maha Mulia Sri Sultan Surya Alam Joyokusumo. Dalam kesempatan ini, Ketua BKPBM Mahyudin Al Mudra SH., MM, memberikan cenderahati berupa sirih emas dan replika keris Melayu. Cenderahati tersebut diberikan sebagai simbolisasi persaudaraan antara Kesultanan Dhimak Bintoro dengan BKPBM, khususnya sang ketuanya, Kanjeng Raden Mas Haryo Mahyudin Al Mudra SH., MM.
Gelar adat merupakan simbolisasi kekerabatan yang diberikan oleh sebuah kerajaan atau kesultanan kepada seseorang berdasarkan penilaian tertentu. Pemberian gelar adat kepada seseorang setidaknya memuat dua pesan, pertama, orang yang diberi anugerah gelar telah masuk menjadi kerabat kerajaan atau kesultanan. Kedua, seseorang yang telah diberi gelar secara langsung merupakan duta dari kerajaan atau kesultanan yang bersangkutan.
Di sisi lain, gelar adat merupakan bagian dari tradisi suatu kerajaan atau kesultanan. Pemberian gelar adat senantiasa disertai dengan penampilan berbagai kesenian tradisi. Oleh karena itu, perhelatan penganugerahan gelar adat secara langsung juga merupakan suatu upaya untuk melestarikan tradisi dari suatu komunitas. (Tunggul Tauladan/01/brt/06-2013)