Sunday, 1 November 2026 |Sunday, 20 Jum. Awal 1448 H
Visiteurs en ligne : 0
aujourd hui
:
7.787
Hier
:
40.758
La semaine dernière,
:
51.501
Le mois dernier
:
11.429.130
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
31 juli 2013 02:56
Pasar Seni Sambut Peserta Sail Komodo
Kupang, NTT - Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, Kemenparekraf, menggelar pasar seni rupa di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, untuk menyambut peserta Sail Komodo.
"Pasar seni rupa ini digelar bersama UPT Taman Budaya Nusa Tenggara Timur diawali dengan workshop dan pameran seni rupa yang bertajuk Temu Sambut Sail Komodo 2013 bermaksud untuk pengembangan ruang kreatif paraseniman," kata Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, HM Ahman Sya, di Kupang, Senin (29/7/2013) malam.
Ahman mengharapkan pasar seni rupa itu dikemas juga dalam bentuk Pameran "Potpuri" atau Reposisi Medium dan Lokasi itu bisa menjadi peluang para perupa dari Nusa Tenggara Timur untuk menghadirkan karya berbudaya.
"Pameran lintas media ini, melibatkan seniman-seniman multitalenta yang menggunakan tiga media rupa, yakni lukis, keramik, dan grafis dilaksanakan sejak 29 Juli hingga 3 Agustus 2013 di aula Gereja Kota Kupang (yang ditetapkan sebagai situs cagar budaya)," katanya.
Kegiatan yang dibuka Gubernur NTT Frans Lebu Raya itu, tak hanya melibatkan seniman lokal dari NTT akan tetapi beberapa keramikus dan pegrafis dari Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta.
"Sebanyak 30 orang seniman dari Kupang, Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta ikut berpartisipasi dalam pameran. Seniman dari Nusa Tenggara Timur terdiri dari 10 pelukis dengan jumlah karya sebanyak 22 buah dan enam seniman gerabah dengan jumlah karya yang ditampilkan sebanyak 13 buah," katanya.
Seniman keramik dari luar NTT yaitu berasal dari Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta berjumlah sembilan orang, sedangkan karya yang dipamerkan berjumlah 20 buah. Seniman grafis sebanyak empat orang, berasal dari Bandung dan Yogyakarta dengan karya yang dipamerkan delapan buah.
"Dengan tampil serentaknya seniman-seniman dengan latar belakang penggunaan media dan lokasi yang berbeda, maka keragaman budaya dan sudut pandang yang menjadi menarik untuk diamati," kata Ahman.
Tampilnya keragaman visual dan bentuk yang kaya sebagai hasil kombinasi dari tiga media yang berbeda, semakin memperkaya variasi dalam pameran itu secara keseluruhan.
"Melalui pameran ini sebagai ajang promosi diharapkan dapat meningkatkan nilai kreatif dan nilai ekonomi yang diharapkan dapat meningkatkan kesejateraan para pelaku kreatif di daerah NTT," katanya.