Friday, 4 September 2026   |   Friday, 21 Rab. Awal 1448 H
Visiteurs en ligne : 0
aujourd hui : 3.620
Hier : 28.306
La semaine dernière, : 32.264.566
Le mois dernier : 43.463.948
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

21 november 2013 07:33

Gelar Ritual "Komantan Korong" Hindari Suami Selingkuh

Gelar Ritual "Komantan Korong" Hindari Suami Selingkuh

Situbondo, Jatim - Ada ritual menarik yang menjadi adat di Desa Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, untuk menjaga keluarga sakinah agar pasangannya tidak berselingkuh. Mereka menggelar ritual pawai "Komantan Korong" atau pengantin kurung dalam sebuah acara pernikahan, Rabu (20/11/2013).

Dinamakan demikian karena dalam ritual itu pengantin laki-laki akan dimasukkan ke dalam kurungan. Pengantin laki-laki yang ada di dalam kurungan itu lalu diarak mengelilingi sejumlah desa yang tersebar di sekitar Asembagus.

Ritual Komantan Korong ini dilakukan sebagai simbol agar kehidupan keluarga mereka bahagia serta menjadi keluarga sakinah. Pengantin laki-laki yang dimasukan ke dalam kurungan didoakan tak berselingkuh dengan perempuan lain.

Usai melakukan ritual Komantan Korong, sejumlah  warga juga melakukan ritual tolak bala atau menolak sial untuk mengantisipasi terjadinya musibah  dalam memasuki penghujan tahun 2013 ini.

Ritual dilakukan dengan tarian "Muang Sankal" yang artinya membuang sial atau tarian tolak balak. Ritual sakral ini dilengkapi  dengan sesajen dipimpin tokoh adat setempat.

"Kegiatan ritual Komantan Korong dan ritual Muang Sial ini sudah ada pada tahun 1800-an, saat dua orang pangeran Sumenep turun ke Asembagus. Namun, tradisi ini sempat terjadi pasang surut dalam beberapa tahun terakhir ini, sedangkan tradisi ini kembali dihidupkan karena budaya lokal di Asembagus ini perlu melestarikan budaya bersejarah ini,” terang Wakil Bupati Situbondo Rahmad.

Menurut budayawan lokal, Edi Mulyono, dalam ritual Muang Sial rata-rata para penarinya masih perawan yang dilengkapi dengan sesajen. Dalam tarian ini diharapkan para penarinya segera mendapatkan jodoh.

Sumber: http://regional.kompas.com
Foto: https://picasaweb.google.com


Read : 1.526 time(s).

Write your comment !