Wednesday, 6 May 2026 |Wednesday, 19 Dzulqaidah 1447 H
Visiteurs en ligne : 1.517
aujourd hui
:
34.925
Hier
:
45.452
La semaine dernière,
:
192.091
Le mois dernier
:
15.288.374
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
19 februari 2014 07:34
"Orange Nassau" Diharapkan Jadi Situs Nasional
Ilustrasi: Sejumlah seniman melakukan aksi teatrikal perjuangan di atas cagar budaya Apotik Simpang, Surabaya, Jatim.
Martapura, Kalsel - Balai Arkeologi Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mendukung eks Benteng Belanda dan Pertambangan Batubara Orange Nassau di Desa Benteng Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar menjadi situs cagar budaya nasional.
Kepala Balai Arkeologi Banjarmasin Bambang Sakti di Martapura, mengatakan, dukungan itu diberikan setelah pihaknya melihat hasil penelitian tim peneliti cagar budaya yang bekerja di lapangan.
"Kami mendukung saran dan usulan tim peneliti agar cagar budaya Benteng Orange Nassau menjadi situs cagar budaya nasional dan saran tersebut hendaknya ditindaklanjuti Pemkab Banjar," ujarnya.
Ketua tim peneliti cagar budaya Benteng Pengaron Nugroho Noor Susanto pada ekspos hasil penelitian di depan Bupati Banjar Khairul Saleh, Senin (17/2) mengusulkan kelayakan sebagai situs cagar budaya nasional.
"Setelah melakukan penelitian selama dua puluh hari di areal Benteng Orange Nassau dan mempelajari data lapangan, tempat itu layak diusulkan sebagai situs cagar Budaya Nasional," ungkapnya.
Ia mengatakan, saran dan usul kepada pemerintah daerah agar menjadikan situs bersejarah nasional dilatari historis pembangunan tambang dan nilai-nilai nasionalisme masyarakat Banjar.
Dijelaskan, benteng sekaligus eks pertambangan batu bara itu mengandung nilai historis tinggi sehingga pihaknya optimis jika Pemkab Banjar mengusulkan maka didukung kementerian terkait.
"Selain memiliki nilai historis tinggi, berdasarkan sejarah, tempat itu merupakan awal pertama meletusnya Perang Banjar yang dipimpin para pejuang Banjar seperti Pangeran Antasari," ujarnya.