Thursday, 11 June 2026 |Thursday, 25 Dzulhijah 1447 H
Visiteurs en ligne : 1.298
aujourd hui
:
18.611
Hier
:
58.870
La semaine dernière,
:
227.151
Le mois dernier
:
9.252.016
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
02 april 2014 07:10
Budaya Melayu Masih Jadi Tontonan Bukan Tuntunan
Penandatanganan nota kesepahaman oleh Mahyudin Al Mudra, SH. MM. dan Prayogi (Foto: Trasmara)
Yogyakarta, Jogjatrip.com –Budaya Melayu di Indonesia sekarang ini sangat memprihatinkan, kondisinya nyaris hanya sebagai tontonan. Pelestarian yang hanya sekedar menjaga entitas budaya tidaklah memadai, harus lebih ditingkatkan lagi menjadi upaya pengembangan khazanah-khazanah yang ada.
“Budaya Melayu merupakan ruh kita dan belum banyak digali,” kata Mahyudin Al Mudra, SH. MM, Ketua BKPBM (Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu) pada penandatanganan nota kesepahaman antara Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kepulauan Riau Yogyakarta (IPMKRY)Kota Tanjungpinang dan BKPBM, Sabtu (29/3).
Oleh karena itu, lanjut Bang MAM, sapaan akrab Mahyudin Al Mudra, para pelajar dan mahasiswa, khususnya dari Riau yang ada di Yogyakarta,diharapkan dapat mengembangkan budaya Melayu sebagai tuntunan. Lebih-lebih yang berasal dari Kota Tanjungpinang yang disebut sebagai Kota Gurindam. Mereka berkewajiban penuh untuk melestarikan dan mengembangkan Gurindam 12 dan karya-karya Raja Ali Haji lainnya dalam berbagai perspektif.
Pada penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman ini dihadiri oleh para tokoh dan peneliti Melayu di Yogyakarta, diantaranya Ir. H. Said Fadilah MT, Ahmad Salehudin, S.Ag. MA, Sutirman Eka Ardhana, dan puluhan mahasiswa dan pelajar Riaudan Kepulauan Riau di Yogyakarta.
Dalam nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Mahyudin Al Mudra, SH.MM, Ketua BKPBM dan Prayogi Ramadhan, A.Md, Ketua IPMKRY itu disebutkan, langkah awal kerjasama saling menguntungkan dan memanfaatkan potensi, keahlian, fasilitas serta jaringan masing-masing pihak dalam rangka penyajian dan pelestarian nilai-nilai budaya Melayu.
Disamping itu disebutkan pula, hak penggunaan logo BKPBM dan Melayu online.com dalam setiap acara kebudayaan yang diadakan oleh IPMKRY Komisariat Tanjung Pinang. Menampilkan Sanggar Indra Sakti setiap acara budaya yang dilaksanakan oleh BKPBM, serta mendelegasikan tiga atau lebih anggota IPMKRY untuk membantu mensukseskan acara yang dihelat BKPBM maupun Melayuonline.com.
Usai penandatanganan nota kesepahaman dilanjutkan dengan diskusi budaya dengan topik Budaya Melayu Rintisan Raja Ali Haji yang dipaparkan oleh Ahmad Salehudin, S.Ag, MA. Disebutkan, ajaran Raja Ali Haji banyak ditemukan suri tauladan dengan spirit keagamaan yang tercantum dalam Gurindam 12. “Raja Ali Haji bisa jadi cermin untuk melangkah mengikuti jejak Rasulullah,” papar Salehudin. *** (Teguh R Asmara)