Friday, 12 June 2026   |   Friday, 26 Dzulhijah 1447 H
Visiteurs en ligne : 173
aujourd hui : 7.847
Hier : 20.067
La semaine dernière, : 227.151
Le mois dernier : 9.252.016
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

10 mei 2014 05:50

BKPBM dan UPM akan Terbitkan Kamus Komunikatif

BKPBM dan UPM akan Terbitkan Kamus Komunikatif
Mahyudin Al Mudra memberikan sambutan pada pembukaan lokakarya (Foto:Henry Artiawan)

Yogyakarta, Melayuonline.com – Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) Yogyakarta dan Universiti Putra Malaysia (UPM) akan menerbitkan kamus besar nusantara. Untuk itu, BKPBM dan UPM mengadakan Lokakarya Pengumpulan Data Kamus Komunikatif Bahasa Nusantara di BKPBM, jalan Gambiran 85, Yogyakarta, Sabtu (10/5).

Lokakarya yang diikuti 25 mahasiswa dari UPM dan beberapa mahasiswa terpilih dari Indonesia yang kuliah di Yogyakarta dibuka oleh Mahyudin Al Mudra, SH, MM, Ketua BKPBM dan dihadiri Dr. H. Mohd sharifudin Yusop, Pensyarah Kanan dari FBMK, UPM. “Penerbitan kamus komunikatif antar dua negara Indonesia dan Malaysia sangat penting. Kamus ini berdasarkan kata-kata dan ungkapan yang terdapat dalam media komunikasi utama yaitu Akhbar (surat kabar/koran). Akhbar terpilih adalah Utusan Malaysia, Berita Harian, Republika, Kompas, dan Kedaulatan Rakyat,” kata Mahyudin.

Lokakarya yang berlangsung sehari penuh itu, para peserta ditugaskan untuk mencari dan menemukan kata-kata dan ungkapan yang tidak dipahami dalam kelima surat kabar terpilih. Disamping itu, kata/idiom yang sering digunakan secara lisan di kalangan masyarakat pada kedua negara itu. Data-data itu akan ditafsir secara bersilang, sehingga saling dipahami. Selanjutnya semua data itu akan disusun sebagai entri kamus.

Dari lokakarya itu, UPM dan BKPBM bertekad segera menerbitkan Kamus Komunikatif Bahasa Nusantara pada akhir tahun 2014. Usaha ini penting sebagai jawaban nyata terhadap  rencana pendirian TV Nusantara pada tahun 2016, yang telah disepakati antara pemerintah Malaysia dan Indonesia. “Kamus ini diharapkan akan menjadi rujukan utama menjelang penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa kedua persidangan negara ASEAN,” ujar Mahyudin.

Pada sepanjang tahun 2015, Kamus Komunikatif Bahasa Nusantara ini dapat dimasyarakatkan dan selanjutnya diteruskan dengan penerbitan Ensiklopedi Lengkap Budaya Melayu Indonesia-Budaya Melayu Malaysia. ***(Teguh R Asmara)


Read : 1.518 time(s).

Write your comment !