Friday, 12 June 2026   |   Friday, 26 Dzulhijah 1447 H
Visiteurs en ligne : 1.060
aujourd hui : 16.134
Hier : 20.067
La semaine dernière, : 227.151
Le mois dernier : 9.252.016
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

22 juli 2014 03:18

Tradisi Pengantin Sahur Pulau Palas Riau

Tradisi Pengantin Sahur Pulau Palas Riau

Pulau Palas, Riau - Warga Desa Pulau Palas, Kecamatan Tembilahan Barat masih memelihara tradisi unik membangunkan sahur warga, yakni tradisi Pengantin Sahur.

Informasi yang berhasil dikumpulkan dari warga setempat, tradisi ini diperkirakan telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu. Tradisi ini saban tahun selalu ditunggu-tunggu warga, karena hanya digelar pada saat membangunkan sahur di bulan Ramadan.

“Setahu saya tradisi Pengantin Sahur ini telah dilakukan sejak saya masih kecil dulu dan hanya ada pada bulan Ramadan, untuk membangunkan warga yang akan bersahur,” ungkap Oyong Maldini (40), warga yang menyaksikan tradisi Pengantin Sahur tersebut kepada riauterkini.com, Ahad (13/8/14).

“Dalam upaya mengembangkan dan mengangkat seni budaya daerah yang selama ini masih berlangsung di Desa Pulau Palas ini. Kita harapkan kegiatan ini menjadi perhatian Dinas Pariwisata Inhil dan dapat dijadikan even wisata Inhil,” ungkapnya.

Lanjutnya, sebagai salah satu seni budaya khas daerah, maka kesenian ini harus terus dipelihara dan dikembangkan, sehingga menjadi aset kesenian dan budaya daerah.

Jangan salah, pengantin yang diarak tersebut bukan pengantin asli, pasangan pengantin itu dua orang pria yang bersedia dirias layaknya pengantin asli dengan mengenakan lengkap pakaian pengantinnya. Uniknya, pengantin ‘wanita’ nya bak asli, padahal yang dirias itu adalah pria.

Karena untuk mengadakan kegiatan ini memerlukan dana cukup besar, karena harus menyewa pakaian pengantin dan biaya membeli premium untuk menghidupkan genset dan keperluan peralatan pendukung lainnya. Maka, warga biasanya secara patungan menyediakan dana bagi berlangsungnya kegiatan tersebut.

Memasuki pukul 01.00 WIB dinihari pasangan pengantin ini diarak diatas pelaminan yang diletakkan diatas gerobak, ratusan warga biasanya mengiringi rombongan ini, layaknya mengiringi pasangan pengantin sebenarnya.

Untuk memeriahkan suasana dan membangunkan sahur warga, maka dibunyikan musik bernuansakan islami, juga diiringi tingkah alat musik yang dibunyikan peserta rombongan pengantin ini. Rombongan ini akan terus berkeliling desa, sampai warga semuanya bangun untuk melaksanakan sahur atau sekitar pukul 03.00 WIB.

Rombongan Pengantin Sahur ini akan menjadi perhatian dan hiburan bagi warga yang berdiri di depan rumah mereka untuk menyaksikan rombongan Pengantin Sahur ini melintas.

“Tradisi Pengantin Sahur ini hanya digelar pada Minggu dinihari dan sekali turun sampai tiga kelompok Pengantin Sahur dari masing-masing Rukun Tetangga ini telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu. Ini merupakan tradisi yang perlu mendapatkan perhatian Pemerintah Kabupaten Inhil,” ungkap pemerhati seni dan juga pemilik Sanggar Seni Marwah Negeri Desa Pulau Palas, Tengku Sayed Basirun.

Direncanakan, pada Ahad (20/7/14) mendatang, akan dipertandingkan peserta Pengantin Sahur ini. Para peserta Pengantin Sahur ini akan dinilai dan mendapatkan hadiah bagi peserta terbaik dan jumlah rombongan paling banyak serta penilaian lainnya.

Sumber: http://www.riauterkini.com


Read : 1.858 time(s).

Write your comment !