Wednesday, 29 April 2026   |   Wednesday, 12 Dzulqaidah 1447 H
Visiteurs en ligne : 0
aujourd hui : 5.543
Hier : 22.835
La semaine dernière, : 169.256
Le mois dernier : 101.098.282
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

27 sepember 2014 07:01

Seniman Enam Negara Ramaikan Festival Asia Tri Jogja

Seniman Enam Negara Ramaikan Festival Asia Tri Jogja

Yogyakarta - Yogja dijuluki kota seni, memang benar adanya. Kini, sejumlah seniman dari enam negara akan berkumpul dan tampil dalam sebuah acara bertajuk Festival Asia Tri yang akan diselenggarakan di Omah Petruk, Karang Klethak, Kaliurang, dan lapangan Pemda Kabupaten Sleman pada 30 September hingga 2 Oktober 2014.

Festival Asia Tri adalah sebuah festival seni pertunjukan keliling yang diprakasai oleh seniman-seniman tiga negara, yakni Yang Hye Jin dari Korea, Soga Masaru dari Jepang, dan Bimo Wiwohatmo dan Bambang Paningron dari Yogyakarya.

Bambang Paningron, sebagai salah satu pemrakasa Asia Tri Jogja mengatakan, event ini tidak hanya sekedar festival kesenian yang menyuguhkan pentas seni semata.

"Yang utama dari event ini adalah sebagai forum pertemuan bagi para seniman dan pada akhirnya mampu membangun networking," ungkap Bambang saat acara jumpa pers, Jum'at (26/9/2014).

Festival ini pertama kali diselenggarakan di Soul Korea pada 2005. Pada tahun 2014 ini merupakan tahun ke-9 penyelenggraannya. Sekalipun diprakasai oleh tiga negara, namun pada dasarnya festival ini sangat terbuka bagi seniman-seniman dari negara manapun.

"Untuk tahun ini Asia Tri akan dihadiri seniman-seniman dari Jepang, Kanada, Spanyol, Malaysia, Ukraina, dan seniman Indonesia yang berasal dari Jakarta, Cirebon, Lampung, Solo, dan Yogyakarta," ungkap Bambang.

Untuk tahun ini, Asia Tri Jogja mengambil tema Berbagi Pengalaman Budaya. Dengan tema tersebut diharapkan festival ini mampu menumbuhkan rasa solidaritas di kalangan seniman dan merupakan media silaturahmi budaya antar bangsa yang pada akhirnya akan menumbuhkan saling pengertian antar budaya yang berbeda.

"Dalam festival tersebut nantinya akan menampilkan seni kontemporer musik, tari, dan performance art. Selain itu juga akan ikut tampil seni tradisi seperti jathilan," imbuh Bambang.

Sumber: http://www.tribunnews.com
Foto: http://senijogja.wordpress.com


Read : 1.674 time(s).

Write your comment !