Saturday, 13 June 2026   |   Saturday, 27 Dzulhijah 1447 H
Visiteurs en ligne : 567
aujourd hui : 11.263
Hier : 18.252
La semaine dernière, : 227.151
Le mois dernier : 9.252.016
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

27 oktober 2014 09:04

Kolaborasi Seni Melayu-Aceh Hiasi Taman Sulthanah Safiatuddin

Kolaborasi Seni Melayu-Aceh Hiasi Taman Sulthanah Safiatuddin

Banda Aceh, NAD - Serangkaian pentas seni dari berbagai daerah telah ditampilkan di Taman Sulthanah Safiatuddin Banda Aceh. Kali ini giliran seni bertemakan senandung pesisir timur yang unjuk gigi, Minggu (26/10/14).

Senandung pesisir timur ini mencakup dari tiga daerah yakni Aceh Tamiang, Langsa, dan Aceh Timur.

Acara yang dipandu oleh penyanyi Yunda, Ayah Lot dan penyanyi asal Aceh, Marwan, diawali dengan saling berbalas pantun dari Aceh Tamiang.

Selanjutnya, penampilan tari Srikat dari kota Langsa. Tarian ini merupakan kolaborasi antara tarian Melayu dan Aceh. "Penarinya lincah dan cepat. Akan tetapi tetap mengedepankan sisi femininnya,"kata Yunda.

Tarian ini juga melambangkan harmonisasi antara masyarakat yang saling menghormati perbedaan dan saling menghargai kebudayaan.

"Ini adalah tekad Sultan Iskandar Muda untuk menyatukan Aceh dan Malaysia,"sambungnya Seluruh penarinya adalah perempuan yang berpakaian serba kekuningan.

Untul penampilan kedua berasal dari Aceh Timur dengan tariannya tari Jati. Penarinya terdiri dari enam perempuan dan tiga lelaki. Bagi penari perempuan, mereka memakai celana hitam bercorak bunga bunga kecil di bawah lutut. Di pinggangnya diikat songket merah keemasaan yang dicocokkan dengan warna hijau bajunya. Sedangkan lelaki memakai baju berwarna merah dan songket berwarna hijau. Di tengah sorotan cahaya lampu, kombinasi baju mereka terlihat padu.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh juga tidak mau ketinggalan untuk berpartisipasi.Mereka mewakilkan delapan lelaki dari sanggar binaannya,sanggar Geunaseh, untuk mementaskan tari Saman.

Tari fenomenal ini diciptakan oleh Syeh Saman. Syairnya berisi mengenai ajakan melaksanakan syariat Islam. Tarian sudah sangat terkenal di seluruh dunia dan telah mendapatkan pengakuan dari UNESCO sebagai warisan dunia tak benda. Tarian ini dimainkan sambil duduk. Para penarinya memakai baju batik khas gayo.

Pentas seni turut dimeriahkan.oleh penampilan dari Guafa band. Acara yang diselenggarakan oleh Disbudpar Aceh ini bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas seni tiap daerah serta mampu melestarikan kebudayaan Aceh.

Sumber: http://www.theglobejournal.com


Read : 1.346 time(s).

Write your comment !