Saturday, 13 June 2026 |Saturday, 27 Dzulhijah 1447 H
Visiteurs en ligne : 509
aujourd hui
:
10.484
Hier
:
18.252
La semaine dernière,
:
227.151
Le mois dernier
:
9.252.016
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
28 oktober 2014 07:30
Cerita Panji sebagai Warisan Budaya Dunia
Jakarta - Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) menggelar pameran naskah lukisan Cerita Panji yang bertujuan untuk memperkenalkan cerita-cerita kuno kepada generasi muda.
"Pameran ini untuk mempromosikan koleksi Perpustakaan Nasional karena menyajikan sesuatu yang spesifik tentang naskah kuno. Jadi, kami ingin mempromosikannya kepada pengunjung terutama para generasi muda," kata Koordinator Lapangan Pameran Cerita Panji, Yeri Nurita, di Jakarta, Senin (27/10).
Ia mengatakan, generasi muda saat ini sebagian besar tidak mengetahui bahwa PNRI juga memiliki koleksi-koleksi lukisan unik seperti yang tersaji pada pameran yang berlangsung pada 24 hingga 30 Oktober di Auditorium Perpustakaan Nasional itu.
"Selain lukisannya sendiri, media melukis yang digunakan juga unik. Selain dari kertas, ada juga media lontar, kulit kayu, kulit binatang, labu dan bambu," katanya.
Pameran Cerita Panji yang baru pertama kali diadakan di Indonesia tersebut merupakan kerjasama Perpustakaan Nasional dengan budayawan Taufik Razen dari Royal Panji Society (Komunitas Cerita Panji).
Cerita Panji sendiri merupakan cerita rakyat yang berkembang di Jawa Timur pada abad ke-7 hingga abad ke-15. Ceritanya bagaikan kisah Romeo dan Juliet pada era modern, yang mengisahkan cerita cinta antara muda-mudi.
"Anak-anak muda ternyata banyak menyukai pameran-pameran seperti ini," kata dia.
Selain itu, ia mengatakan, bahwa PNRI juga menyediakan lebih dari 11 jenis buku tentang Cerita Panji dan Aksara Jawi yang dapat diperoleh pengunjung secara gratis.
Terdapat juga demo penulisan aksara Jawi, yaitu aksara Arab tetapi bahasanya Melayu. "Demo ini menunjukkan bagaimana penulisan aksara Jawi yang dilakukan oleh salah seorang staf Perpustakaan Nasional bernama Sanwani," kata dia.
Yeri mengatakan, sejak hari pertama dibuka, pameran ini disambut antusias oleh masyarakat, di mana dalam sehari lebih dari seratus orang yang datang ke pameran tersebut.