Saturday, 13 June 2026   |   Saturday, 27 Dzulhijah 1447 H
Visiteurs en ligne : 535
aujourd hui : 11.056
Hier : 18.252
La semaine dernière, : 227.151
Le mois dernier : 9.252.016
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

01 november 2014 05:09

Malam ini, Tim Kesenian Rohil Tampil di Festival Tabot Bengkulu

Malam ini, Tim Kesenian Rohil Tampil di Festival Tabot Bengkulu

Bengkulu - Dalam rangka mempromosikan seni budaya Rokan Hilir ketingkat nasional, malam ini, tim kesenian Rokan Hilir melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olaraga akan tampil dipentas utama Festival Tabot, Provinsi Bengkulu.

Sebelum tampil, tim kesenian, Sabtu (1/11/14) sekira pukul 09.00 WIB melakukan glady untuk penguasaan panggung, penari dan pemusik terlihat mengenakan seragam berwarna biru.

Informasi yang berhasil dirangkum, tim kesenian ini akan menampilkan tarian kajang pesisir, asjuhan Bupati Suyatno, pimpinan rombongan, Kepala Dinas Budparpora, Zulkarnain Nur, koreografer, Dedek Iskandar, dan penata music, Rinto Aman Gambus.

Dari sinopsi tari yang berhasil didapat, menceritakan, bahan baku daun nipah yang mudah didapat, menjadikan alternative kebutuhan masyarakat. Kemiskinan yang menerpa, memberdayakan apa yang ada. Kebutuhan atap perahu untuk melaut, dengan dedaunan itu, dibuat kajang.

Kajang dianyam dengan kelembutan, kajang dibuat dengan kekompakan, kajang dibuat dengan kearifan lokal, diberi nama kajang pesisir.

Ditemani gerimis, perahu kajang yang ditumpangi membelah laut menuju Pulau jemur, cuaca tak bersahabat, keluar dari mulut pelabuhan Pasir Limau Kapas, gelombang setinggi setengah meter sudah menghadang perahu kajang.

Perahu kajang dibanting gelombang, sebagian berteriak kegirangan, sebagian cemas dengan kematian. Kebanyakan nelayan mencari ikan, untuk kehidupan.

Seiring berkembangkannya zaman, kajang atap perahu terus berkembang pula, dibutuhkan kapal yang lebih kuat dan mampu mengarungi lautan, ditingkatkan menjadi pembuatan kapal lancang kuning.

Lancang kuning berlayar malam, berlayar sampai ketujuan, kajang pesisir membelah kelam, sebagai jembatan menuju kejayaan.

Kajang pesisir jangan hanya sampai membahana di Riau, meski hanya dedaunan, dedaunan itu akan menjadikan atap bagi Sumatera. Titik tolak menjadikan Riau sebagai lokomotif perekonomian Sumatera dimasa datang.

Sumber: http://riauterkini.com


Read : 2.172 time(s).

Write your comment !