Friday, 12 June 2026   |   Friday, 26 Dzulhijah 1447 H
Visiteurs en ligne : 460
aujourd hui : 10.350
Hier : 20.067
La semaine dernière, : 227.151
Le mois dernier : 9.252.016
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

12 oktober 2007 03:12

Hari Ini di Sumatera Utara, Salat Id di 500 Lokasi

Hari Ini di Sumatera Utara, Salat Id di 500 Lokasi

Medan– Warga Muhammadiyah di Sumatera Utara (Sumut) pagi ini secara serentak melaksanakan salat Id 1 Syawal 1428 H di 500 lokasi.

Kepastian salat Id pada hari ini diungkap Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumut H Dalail Ahmad. Dia menegaskan, berdasarkan hisab hakiki Muhammadiyah pusat, 1 Syawal 1428 H jatuh pada Jumat (12/10).

”Makanya, Jumat besok (hari ini), kita instruksikan kepada seluruh keluarga besar Muhammadiyah di Sumut secara bersama-sama melaksanakan salat Id di wilayahnya masingmasing,” kata Dalail, panggilan Dalail Ahmad. Salat Id bagi warga Muhammadiyah di Sumut dilaksanakan di masing-masing cabang dan ranting Muhammadiyah.

”Kalau masing-masing ranting melaksanakan salat Id, berarti ada 500 tempat pelaksanaan salat Id bagi warga Muhammadiyah di Sumut,” tukasnya. Dosen IAIN Sumut ini berharap agar warga Muhammadiyah menjaga toleransi, seandainya terjadi perbedaan 1 Syawal.

”Ya, harus sama-sama menjagalah. Karena ini soal keyakinan. Siapa pun juga tidak berhak memaksa, apalagi masalah penetapan Idul Fitri,”sebut Dalail. Kepada para khatib salat Id, Dalail mengimbau agar khutbahnya lebih mengedepankan keutuhan umat.

”Saya sepakat dengan apa yang diungkap Pak Hasyim Muzadi, Ketua PB NU. Bahwa menjaga persatuan umat itu wajib hukumnya, sedangkan salat Id itu sunah. Perbedaan penetapan tanggal Lebaran ini haruslah disikapi dengan arif,”ungkapnya.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut Dr H Abdullah Syah MA juga mengimbau umat Islam untuk menjaga persatuan. Dan, umat diminta tidak menjadikan perbedaan penetapan 1 Syawal sebagai pemicu perpecahan. ”Jangan saling menghujat, merasa dirinya benar sehingga menyalahkan pendapat dan keyakinan orang lain.Perbedaan ini haruslah disikapi dengan kebesaran jiwa,” kata Abdullah Syah.

Menurut Abdullah Syah, perbedaan pandangan dan keyakinan dalam penetapan 1 Syawal tidaklah harus menjadi alasan untuk tidak bersatu. ”Perbedaan adalah rahmat. Karenanya, jangan sampai perbedaan itu memecah persatuan umat. Harus tetap bersatu dan saling menghormati,” ujar Abdullah Syah.

Hal senada diungkap Ketua MUI Kota Medan H Mohd Hatta. ”Jangan pernah saling menghujat, karena masing-masing punya alasan kuat. Jadi tidak berhak komplain,” sebut Hatta.  

Sumber : www.seputar-indonesia.com
Kredit foto : members.virtualtourist.com


Read : 1.625 time(s).

Write your comment !