Saturday, 13 June 2026 |Saturday, 27 Dzulhijah 1447 H
Visiteurs en ligne : 0
aujourd hui
:
3.539
Hier
:
18.545
La semaine dernière,
:
227.151
Le mois dernier
:
9.252.016
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
10 oktober 2007 05:28
Bangun Balai Kota untuk Jamu Tamu
Kantor Walikota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Tanjungpinang- Setelah Gedung Daerah Tanjungpinang menjadi aset Pemprov Kepulauan Riau (Kepri), Kota Tanjungpinang tak lagi memiliki gedung daerah sendiri. Yang bisa digunakan untuk menjamu tamu-tamu pemerintahan atau upacara khusus, tanpa harus mengganggu jalannya roda pemerintahan sehari-hari. Untuk itu, Kota Tanjungpinang perlu membangun sebuah gedung daerah sendiri atau balai kota, yang juga akan berfungsi sebagai landmark Kota Tanjungpinang ke depan.
Balai Kota Tanjungpinang ini, nantinya terletak di Senggarang dengan luas lahan keseluruhan sekitar empat hektar, dan berdekatan dengan rumah dinas wali kota. Sehingga, bisa digunakan untuk acara-acara pemerintahan yang dihadiri banyak orang. Seperti, upacara atau kegiatan yang dihadiri Muspida serta masyarakat Tanjungpinang. Rancangan balai kota ini berarsitektur Melayu Islam ini, sekarang sedang dirancang oleh master tata ruang Indonesia, DR Andi Siswanto, yang juga arsitek pembangunan Costarina Batam.
Rencana pembangunan Balai Kota Tanjungpinang ini dibahas dalam pertemuan terbatas di ruang pertemuan lantai dua Kantor Walikota Tanjungpinang, Senin (8/10). Dalam pertemuan yang dipimpin Wako Suryatati A Manan ini, hadir juga Wakil Walikota Wan Izhar Abdullah, Sekko Raja Izharuddin, Asisten Ekbang Said Parman, dan sejumlah pejabat terkait lainnya.
Sekko Raja Izharuddin, dalam kesempatan itu menegaskan konsep pembangunan Balai Kota itu. Seperti, memiliki lapangan luas yang bisa digunakan untuk upacara, dan sebuah bangunan yang multifungsi. Ditambahkan Said Parman, Balai Kota ini harus menjadi landmark Tanjungpinang ke depan. Namun, tetap terkesan nyaman, dan keamanannya tetap terjamin.
Sedangkan Wako Suryatati A Manan, menekankan pentingnya pembangunan yang ramah lingkungan. Bahkan, jika perlu ada dibangun seperti kolam-kolam sehingga suasananya mampu memberikan kesejukan.