Wednesday, 29 April 2026 |Wednesday, 12 Dzulqaidah 1447 H
Visiteurs en ligne : 0
aujourd hui
:
4.511
Hier
:
22.835
La semaine dernière,
:
169.256
Le mois dernier
:
101.098.282
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
13 oktober 2007 06:36
Utusan Khusus Sekjen PBB Ke Indonesia 17 - 19 Oktober 2007
Marty Natalegawa, Wakil Tetap RI untuk PBB.
Markas Besar PBB, New York- Utusan Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sesjen PBB) untuk masalah Myanmar, Ibrahim Gambari, pada 17-19 Oktober 2007 akan mengunjungi Indonesia.
Dia akan berkonsultasi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda tentang penanganan masalah Myanmar, demikian diungkapkan Wakil Tetap RI untuk PBB, Marty Natalegawa, di New York.
"Tanggal itu sifatnya masih sementara," kata Marty ketika ketika menjawab pertanyaan ANTARA News setelah melakukan pertemuan dengan Gambari.
Di Jakarta, Gambari akan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyampaikan surat dari Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, serta melakukan pertemuan dengan Menlu Hassan Wirajuda.
Marty belum memberikan rincian agenda apa saja yang diperkirakan akan dibawa Gambari saat melakukan kunjungan ke Jakarta.
"Tetapi, bisa diduga bahwa beliau akan menyampaikan pandangan soal perkembangan terakhir misinya di Myanmar dan apa yang diharapkan dair Pemerintah Indonesia dalam upaya menangani masalah Myanmar," katanya.
Rencana kedatangan Gambari di Indonesia itu, seperti diungkapkan kantor Sekjen PBB, merupakan bagian dari rangkaian kunjungannya ke beberapa negara di Asia dalam upaya mencari dukungan penyelesaian masalah Myanmar.
Gambari akan memulai rangkaian kunjungan tersebut ke Thailand pada Senin (15/10), kemudian menuju Malaysia, Indonesia, India, China, dan Jepang.
Ia akan kembali menjalankan misinya ke Myanmar setelah rangkaian kunjungan keenam negara Asia tersebut selesai.
Gambari telah mengunjungi Myanmar pada 29 September hingga 2 Oktober 2007, beberapa waktu setelah terjadinya demonstrasi di Myanmar yang berakhir dengan kekerasan hingga menewaskan belasan orang dan melukai beberapa lainnya.