Monday, 2 November 2026 |Monday, 21 Jum. Awal 1448 H
Visiteurs en ligne : 478
aujourd hui
:
15.418
Hier
:
40.758
La semaine dernière,
:
51.501
Le mois dernier
:
11.429.130
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
27 agustus 2015 11:48
JFW Melahirkan Mahakarya Desain Busana
Tarian Klasik dan Modern Warnai Pembukaan
Tari Sesaji (Foto: Trasmara)
Sleman, Melayuonline.com – Pembukaan Jogja Fashion Week (JFW) di Gedung Jogja Expo Center (JEC) Rabu (26/8) sore diwarnai dengan dua tarian klasik dan modern dan puluhan peragawati yang membawakan busana karya para anggota APPMI (Asosiasi Perancang Pungusaha Mode Indonesia) DIY. Dua tarian itu adalah Tari Topeng dan Tari Sesaji dari Sanggar Tari Retno Mataram pimpinan Sunaryadi, SST.M.Sn menarik perhatian Dirjen Industri Keil dan Menengah Euis Saedah, dan para pejabat di DIY serta ratusan penonton.
Tari Topeng yang merupakan tari klasik dan mengambil cerita Panji ini dibawakan dengan lemah gemulai. Beda dengan Tari Sejaji yang dibawakan 10 penari wanita denganenerjik sambil membawa sesaji berupa tumpeng dan buah-buahan.
Tari Topeng (Foto: Trasmara)
JFW 2015 ini merupakan penyelenggaraan ke-10 dan mendapat sambutan penuh optimisme dari Gubernur DIY. “Selama ini kiblat perkembangan dunia fashion dikuasai oleh Jakarta. Dengan adanya JFW yang merupakan agenda tahunan, akan melahirkan mahakarya desain-desain busana,” kata Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya yang dibacakan olehDidik Purwadi, Asisten Bidang Pembangunan dan Perekonomian Pemda DIY.
Diingatkan oleh Gubernur DIY, kita harus menggunakan produksi dalam negeri yang berkualitas yang didasari unsur fashion, seni, dan budaya.
JFW yang mengambil tema ‘Svarna Archipelago’ akan berlangsung sampai 30 Agustus 2015 diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain pameran busana dan kerajinan sebanyak 264 stand, pagelaran busana yang diikuti 86 desainer dari berbagai daerah yang menampilkan lebih dari 1.000 busana rancangan baru. “Tiap hari ada dua kali peragaan pada sore hari dan malam hari,” kata Lia Mustafa, Ketua JFW.
Puncak acara JFW akan ditutup dengan karnival yang diikuti 30 komunitas dan berangkat dari Dinas Pariwisata DIY melewati Malioboro dan finis di depan Museum Beteng Vredeburg. * (Teguh R Asmara).