Thursday, 30 April 2026   |   Thursday, 13 Dzulqaidah 1447 H
Visiteurs en ligne : 0
aujourd hui : 3.901
Hier : 24.716
La semaine dernière, : 169.256
Le mois dernier : 15.288.374
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314
Sejak 01 Muharam 1428
( 20 Januari 2007 )
AGENDA
  • No data available

 

News

02 sepember 2015 05:43

Kenalkan Budaya dengan Bermain Sandiwara

Jakarta - Kelompok Sandiwara Miss Tjitjih dan Fitri Tropica bermain dalam pertunjukan yang mengisahkan Pangeran Jayakarta dengan gaya komedi khas Sunda.

Melalui pertunjukan sandiwara ini, kelompok sandiwara yang dulunya merupakan perkumpulan opera Valencia, ingin mengenalkan sejarah bangsa pada generasi muda.

"Kami berharap pementasan ini dapat menginspirasi penikmat seni agar lebih mengapresiasi dan mencintai seni budaya Indonesia," tutur salah satu anggota Kelompok Sandiwara Miss Tjitjih, Imas Darsih.

Seperti tertulis dalam rilis yang diterima Bisnis, Miss Tjitjih dan Fitri Tropica berkolaborasi membawakan sandiwara Pangeran Jayakarta. Seorang Pangeran yang berhasil menghalau pasukan Portugis yang berambisi menguasai pelabuhan Sunda Kelapa saat itu.

Dikisahkan, Pangeran Jayakarta mewarisi kekuasaan atas Jayakerta dari Ratu Bagus Angke setelah memperoleh kekuasaan dari Fatahillah yang memutuskan pulang ke Banten setelah berhasil merebut pelabuhan itu dari Kerajaan Pajajaran pada pertengahan Februari 1527. Waktu itu, dia juga berhasil menghalau pasukan Portugis yang juga berambisi menguasai bandar samudera nan ramai itu.

Kelompok Sandiwara Miss Tjitjih dulunya merupakan perkumpulan opera Valencia. Opera ini berdiri pada 1928 di Jakarta. Masa awal pementasan, opera Valencia menggunakan bahasa Sunda, Melayu rendah, dan Indonesia.

Sejak zaman Jepang, opera Valencia dikenal kerap mementaskan pertunjukan dengan lakon yang sarat kritik sosial hingga yang berbau propaganda. Seiring berjalannya waktu, nama kelompok ini diganti menjadi kelompok Sandiwara Miss Tjijih, mengambil nama sang primadona, Tjitjih, seorang perempuan muda asal Sumedang, Jawa Barat.

Sejak saat itu, Kelompok Sandiwara Miss Tjitjih menggunakan bahasa Sunda dalam pementasannya.

Sumber:  http://entertainment.seruu.com


Read : 869 time(s).

Write your comment !