Saturday, 31 October 2026 |Saturday, 19 Jum. Awal 1448 H
Visiteurs en ligne : 0
aujourd hui
:
9.554
Hier
:
33.507
La semaine dernière,
:
9.404
Le mois dernier
:
11.429.130
Vous êtes le visiteur numéro 105.216.314 Sejak 01 Muharam 1428 ( 20 Januari 2007 )
AGENDA
No data available
News
10 sepember 2015 03:26
Wayang Orang Keliling Yogya: Togog Dadi Ratu, Meraih Cita dengan Segala Cara
Proses latihan Togog Dadi Ratu di Sanggar Gambir Sawit. (Foto: Trasmara)
Yogyakarta, Melayuonline.com – Ada jalan untuk meraih cinta yang pernah tertolak. Cara apapun ditempuh bahkan melibatkan orang ke tiga. Dan itu terjadi pada Togog punokawan yang menginginkan Dewi Kanestren, istri Semar. Togog mengubah wajahnya menjadi Prabu Tejo Birowo dari negeri Bondo Kasapto. Tapi Kanestren minta syarat untuk dibuatkan jalan dari Bendo Kasapto sampai Pulorojopeti untuk digelari babut. Pembuatan jalan itu akan melewati Karang Kadempel tempat kediaman Semar. Karena tak sanggup, Tejo Birowo minta bantuan Arjuna untuk menggusur Karang Kadempel dengan imbalan Arjuna akan diberi Banuwati. Lakon epos Mahabharata ini akan digelar oleh wayang orang Panca Budaya yang memiliki agenda pentas keliling desa di seluruh kawasan DIY, dengan lakon ‘ Togog Dadi Ratu’ (Togog Jadi Ratu) pada Sabtu (12/9) di Sorowajan, Banguntapan, Bantul.
“Ini gambaran keadaan sekarang, orang ingin meraih sesuatu dengan cara apapun yang dipandang benar. Tapi kebenaran tak pernah mati,” kata Tukiran, penulis naskah dan sutradara Togog Dadi Ratu pada Melayuonline, Rabu (9/9) sore di tempat latihan.
Togog dan Semar adalah titisan dewa. Tapi titisan dewa ini sangat beda. Ketika Semar tidak ada di tempat, maka Togog yang selalu mendambakan Kanestren mengubah wajahnya dan jadi ratu bergelar Tejo Birowo. Tapi Kanestren tak mudah larut bahkan minta syarat. Dan kebetulan ada Dewa Kasimpar yang mau menolongnya. Akhirnya Tejo Birowo dan Dewa Kasimpar perang tanding dan semua jadi terbuka. Tejo Birowo jadi Togog dan Dewa Kasimpar jadi Semar. “Lakon ini sangat sederhana tapi nilai kemanusiaannya sangat tinggi,” ucap Tukiran.
Untuk mendukung Togog Dadi Ratu ini dipilih seniman-seniman wayang orang andalan DIY seperti Widodo KS, Slamet, Sarjiwo, Widodo PB, Shiphe, Isti Rahayu, Sunardi, Dewo Dewi, Sugeng, Sukirno, dan Pulung Jati. Penata tari ditangani Widodo Kustantya,penata gending Eko Purnomo, dan penata cahaya Agus Setiawan.
Sarjiwo yang sering jadi tokoh antagonis dan mengundang tawa, kali ini dipercaya memegang peran Tejo Birowo yang brangasan. Sedang Sunardi yang Kepala SMKI Yogyakarta tetap dipercaya menjadi tokoh Semar. * (Teguh R Asmara)